Zakat Terhadap Keluarga – Pertanyaan : Assalamu‘ alaikum Wr. Wb. 1. Keluarga saya bukan keluarga mampu, bolehkan saya memberikan zakat kepada keluarga sendiri (saudara-saudara kandung dan orang tua) 2. Mana yang lebih utama memberikan kepada fakir miskin disekitar kita, atau kepada keluarga yang membutuhkan? 3. Saya mempunyai sebidang tanah kosong yang tidak terlalu luas, saya sudah pernah menzakatkannya, apakah saya harus menzakatkannya setiap tahun, sementara tanah tersebut hanya tanah kosong dan tidak menghasilkan?Budy S Darnawan

Konsultasi Zakat :Jawaban:

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.
1. Para ulama berpendapat bahwa zakat itu boleh diberikan kepada orang yang masih ada hubungan famili asal mereka memang berhak menerimanya. Artinya masuk ke dalam salah satu dari 8 kelompok orangyang berhak menerima zakat.

Namun semua itu dengan syarat bahwa bila mereka itu bukan orang-orang yang nafkahnya bergantung dari si pemberi zakat.

Karena itu bila seorang ayah memberi harta zakat kepada anaknya yang nafkahnya masih menjadi tanggungannya, tidak diperkenankan. Atau seorang tuan memberi harta zakat kepada pembantunya dimana si pembantu itu memang orang yang digaji olehnya, maka tidak boleh.

Namun bila nafkah orang itu bukan merupakan tanggungannya, meski masih ada hubungan famili, dibolehkan oleh para ulama. Asal mereka masuk dalam salah satu mustahik zakat secara syar‘i.

2. Tanah kosong yang tidak produktif tidak wajib dizakatkan. Kecuali bila tanah itu menghasilkan sesuatu seperti disewakan atau ditanami tumbuhn yang produktif.

Wallahu a‘lam bishshowab.
Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: