4. Syarat-Syarat I’tikaf

4. Syarat-Syarat I’tikaf

 

a.    Tidak disyari’atkan kecuali di masjid, berdasarkan firman-Nya Ta’ala:

وَلاَ تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ

“Dan janganlah kamu mencampuri mereka itu1 sedangkan kamu beritikaf di dalam masjid” (Al-Baqarah : 187)

b.    Dan masjid-masjid disini bukanlah secara mutlak (seluruh masjid ,-pent), tapi telah dibatasi oleh hadits shahih yang mulai (yaitu) sabda beliau صلي الله عليه وسلم:

لاَ اعْتِكَافَ إِلاَّ فِيْ الـمَسَاجِدِ الثَّلاَثَةِ

“Tidak ada I’tikaf kecuali pada tiga masjid”.2

c.     Dan sunnahnya bagi orang-orang yang beritikaf (yaitu) hendaknya berpuasa sebagaimana dalam (riwayat) Aisyah ?رضي الله عنها yang telah disebutkan.3




1.     Yakni “Janganlah kami mejima-i mereka” pendapat tersebut merupakan pendapat jumhur (ulama). Lihat Zaadul Masir 1/193 oleh Ibnul Jauzi.

2.     Hadits tersebut shahih, dishahihkan oleh para  imam serta para ulama, dapat dilihat takhrijnya serta pembicaraan hal ini pada kitab yang berjudul Al-Inshaf fi Ahkamil I’tikaf oleh  Ali Hasan Abdul Hamid. Untuk memperjelas keterangan, silahkan lihat juga Juz-ul I’tikaf karya al-Hammami

3.     Dikeluarkan oleh Abdur Razaq di  dalam Al-Mushannaf 8037 dan riwayat 8033 dengan maknanya dari Ibnu Umar dan Ibnu Abbas.

Previous

Next

Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: