Warisan untuk anak wanita tunggal bersama ayah, paman dan bibi – Pertanyaan : Assalamu `alaikum Wr. Wb. Ustad yang terhormat, pertengan tahun lalu Ibunda saya tercinta berpulang ke Rahmatullah, kebetulan beliau sebelumnya telah mewarisi sebidang tanah dari ayahandanya (kakek), tanah tersebut ada dalam 1 sertifikat dengan adik bungsu beliau yang tidak memiliki keturunan. Pada bulan Desember yang lalu, paman saya ini juga berpulang ke Rahmatullah, yang ingin saya tanykan adalah: 1. Saya adalah anak tunggal, kalau tidak salah seluruh warisan Ibu saya itu akan jatuh kepada saya, apakah hal ini benar Ustad? Untuk informasi Ustad, ayah saya masih hidup, hanya saja belia tidak ingin ikut campur dalam masalah warisan ini, danya menyerahkannya kepada saya, hanya saja saya ingin sedikit penjelasan pembagian warisan Ibu saya dengan Ayah dan saya. 2. Kepada siapa warisan paman saya tadi akan jatuh, beberapa orang kakak beliau (paman dan bibi saya) masih hidup. Kiranya Ustad dapat memberikan jawan untuk pertanyaan saya diatas, terima kasih Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. Danty

Konsultasi Warisan (Faraid) :Jawaban:

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d

Seklias membaca informasi tentang struktur keluarga yang Anda ceritakan, maka kami mencoba menjabarkan demikian :

Yang meninggal itu ada dua orang. Pertama adalah ibu Anda dan kedua adalah paman Anda. Pertanyaan Anda tentu siapa sajakah orang yang berhak atas warisan dari masing-masing orang itu dan berapa besarnya.

Harta Wairsna Ibu Anda

Sekarang mari kita rinci satu per satu mulai dari masalah ibu Anda. Beliau adalah seorang wanita dan keluarganya yang Anda sebutkan adalah :

  • Suami
  • Satu orang anak wanita (Danty itu nama wanita, kan ?)
  • Beberapa kakak dan adik (sayang tidak disebutkan jenis kelamin mereka dan berapa jumlahnya).

    Sesuai dengan firman Allah SWT, bahwa ketiga orang tersebut memang telah memiliki jatah yang pasti yang juga dikenal sebagai ashhabul furudh. Jatah yang pasti itu adalah sebagai berikut :

  • Suami mendapat 1/4 atau 25 % dari total harta istri yang meninggal. Sebagaimana firman Allah SWT di dalam Al-Quran Al-Kariem.

    Jika isteri-isterimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau seduah dibayar hutangnya.(QS. An-Nisa : 12).

  • Anak Wanita tunggal atau satu-satunya mendapat jatah setengah atau 50 % dari total harta ibunya yang meninggal. Sebagaimana Allah SWT tetapkan di dalam Al-Quran Al-Kariem.
  • Sedangkan saudara-saudara yang meninggal baik kakak maupun adik seluruhnya secara bersama-sama mendapatan jatah 1/6 dari total harta yang ditinggalkan. Dalam kasus Anda, mereka ini adalah paman dan bibi Anda, yang sayangnya tidak Anda sebutkan berapa orang dan keterangan mengani jenis kelaminnya.

    Namun jatah mereka semua sudah ketahuan yaitu 1/6 dari harta yang diwariskan. Tinggal dibagi rata kepada mereka dengan ketentuan bahwa yang wanita mendapat separuh bagian dari nilai yang didapat laki-laki.

    Maka bila kita berandai-andai bahwa mereka itu jumlahnya 4 orang yaitu A-B-C dan A adalah laki-laki lalu B dan C keduanya adalah wanita, maka pembagiannya adalah A mendapat 50 %, B dan C sama-sama mendapat 25 % dari 1/6 jatah mereka.

    Lalu mari kita buat tabel agar mudah dipahami dan bisa dijadikan perbandingan :

    Ahli
    Waris
    JatahSamakan
    Penyebut
     
    Suami1/46/126/24
    Anak Wanita Tunggal1/212/2412/24
    Kakak / Adik

       1. A (laki-laki)
       2. B (wanita)
       3. C (wanta)

    1/41/6

    ..

    50 % dari 1/6 =
    2/14
    25 % dari 1/6 =
    1/24
    25 % dari 1/6 =
    1/24

    ..

    2/24
    1/24
    1/24

    Jumlah  22/24
    Sisa  2/24

    Dengan demikian ketika semua ahli waris yang berhak sudah diberikan sesuai dengan jatah yang baku, masih tersisa 2/24 bagian. Siapakah yang berhak untuk mendapatkan sisa jatah ini ?

    Telah disebutkan bahwa anak adalah ashabah, yaitu pihak yang tidak punya jatah yang besarnya sudah baku, namun berhak mendapatkan sisa harta dari jatah para ahhabul furudh. Dalam masalah ini yang menjadi ashabah adalah anak. Dan karena anaknya hanya satu, maka anak wanita itulah yang mendapatkan 2/24 itu plus sebelumnya jatah yang 12/24. Maka anak wanita mendapat total warisan 14/24 dari total jumlah harta.

    Kalau nilai harta itu totalnya adalah 2,4 Milyar, maka Anda yang dalam hal ini sebagai anak wanita mendapat wairsan 1,4 Milyar. Lumayan kan ?

    Yang lainnya ? Yang lainnya tinggal dibagi sesuai jatahnya. Suami yang dalam hal ini adalah ayah Anda tentu mendapat 600 juta. Dan A mendapat 200 juta, B dan C masing-masing mendapat 100 juta.

    Warisan Harta Paman

    Paman Anda adalah saudara ibu Anda. Beliau meninggal setelah ibu Anda meninggal, maka Anda dan ayah Anda tentu tidak mendapatkan jatah warisan. Maka yang tersisa adalah untuk istri dan anak-anak paman Anda.

    Wallahu a`lam bishshowab. Wassalamu `alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    [ Kirim Pertanyaan ]

  • Beri Nilai Artikel Ini:

    Leave a Reply

    Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
    %d bloggers like this: