Ayah Calon Istri NOn Muslim, Bolehkah Menikah Tanpa Wali ? – Pertanyaan : Assalamu’alaikum Wr.Wb. Pak Ustadz, sebelumnya pacar sama saya agamnya non muslim. Kami ingin menikah, tetapi orang tuanya(non muslim) tidak setuju dengan pernikahan kami. Bagaimanakah cara pelaksanaan pernikahan kami yang dengan ini tidak dihadiri oleh orang tua dari wanita ? Terima KasihAndi

Konsultasi Nikah : Jawaban:

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d

Anda haram menikah dengan wanita yang tidak seagama dengan agama Anda. Dan sebagai muslim, maka Anda diharamkan menikah wanita non muslim. Kecuali bila wanita itu menganut agama ahli kitab yaitu nasrani atau yahudi.

Sesungguhnya secara dasar hukum, jumhurul fuqaha menetapkan bahwa laki-laki muslim dibolehkan menikahi wanita ahli kitab, meski untuk itu diperlukan syarat lainnya seperti aman dari fitnah dan pertimbangan teknis lainnya.

Namun bila wanita itu sudah masuk Islam dan ayahnya masih kafir, maka hubungan kewaliannya terputus secara otomatis. Karena orang yang tidak seagama tidak bisa menjadi wali bagi seseorang. Allah SWT berfirman :

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka menjadi penolong (wali) bagi sebahagian yang lain….(QS. At-Taubah : 71).

Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung (wali) bagi sebagian yang lain… (QS. Al-Anfal : 73).

…Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.(QS. An-Nisa : 141).

Karena itu, carilah dari familinya yang sudah memeluk Islam untuk menjadi wali. Dan diantara orang yang berhak menjadi wali bagi seorang wanita adalah :

  1. Ayah kandung
  2. Kakek, atau ayah dari ayah
  3. Saudara (kakak / adik laki-laki) se-ayah dan se-ibu
  4. Saudara (kakak / adik laki-laki) se-ayah saja
  5. Anak laki-laki dari saudara yang se-ayah dan se-ibu
  6. Anak laki-laki dari saudara yang se-ayah saja
  7. Saudara laki-laki ayah
  8. Anak laki-laki dari saudara laki-laki ayah (sepupu)

Bila semua daftar di atas tidak ada yang muslim, maka yang berhak menjadi wali bagi wanita itu adalah hakim. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

… Maka sultan (pengusa) adalah wali bagi mereka yang tidak punya wali”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

[ kirim pertanyaan ]

Leave a Reply

%d bloggers like this: