Masuk Syurga Tanpa Hisab – Pertanyaan : mo nanya ustad, ruqyah islami kan dibolehkan. tapi ada riwayat ttg 70.000 orng yg masuk surga tanpa hisab, salah satu saratnya tidak minta diruqyah. Karena dulu ketika diruqyah saya memang meminta, apakah tidak mungkin saya masuk gol. yg ini? bagaimana tafsir hadis tsb abdul jabbar

Konsultasi Aqidah : Jawaban:

Assalamu `alaikum Wr. Wb.

Dari Ibnu ‘Abbas RA, dari Nabi SAW beliau bersabda: “Diperlihatkan kepadaku semua umat, aku melihat seorang nabi bersama sekelompok orang pengikutnya, dan ada nabi bersama satu atau dua orang pengikutnya, Kemudian diperlihatkan kepadaku kelompok orang yang sangat banyak, dan aku mengira mereka adalah umatku”.

Kemudian dikatakan kepadaku: “Ini adalah Musa dan umatnya”, kemudian akau melihat lagi, dan ternyata ada kelompok manusia yang sangat banyak. Kemudian diberitahukan kepadaku: “Ini adalah umatmu dan diantara mereka ada 70.000 orang yang masuk surga tanpa dihisab dan disiksa sebelumnya”

Setelah membicarakan hal tersebut beliau bangkit dan measuki rumahnya. Setelah itu orang-orang memperbincangkan tentang 70.000 orang tersebut. Sebagian mereka ada yang berpendapat: “Mungkin saja yang dimaksud adalah mereka yang menemani Rasululloh SAW “. Yang lainnya berkata: “Mungkin saja yang dimaksud adalah orang yang dilahirkan dalam Islam dan mereka tidak pernah menyekutukan Alloh SWT. Kemudian mereka menyebutkan hal-hal lainnya.

Kemudian Rasululloh SAW keluar kepada mereka dan mereka memberitahukan kepada beliau tentang perdebatan mereka, beliau bersabda: “Mereka adalah orang-orang yang tidak pernah minta diruqyah, dan tidak pernah minta untuk diobati dengan api, dan tidak pernah mengangap sial dengan sesuatu dan mereka senantiasa bertawakkal kepada tuhan mereka”.

Kemudian ‘Ukasyah bin Mihshon berkata: “Ya Rasululloh do’akanlah aku agar termasuk golongan tersebut”, beliau pun berkata: “engkau adalah termasuk golongan tersebut”. Kemudian ada seorang lagi yang berdiri dan berkata: “Ya Rasululloh do’akanlah aku agar termasuk golongan tersebut”, beliau bersabda: “’Ukasyah telah mendahuluimu”. (HR Bukhori, Kitab Ar-Riqaaq 4/199 dan Muslim, Kitab Al-Iman 1/199)

Hadits di atas menjelaskan tentang orang-orang yang memiliki kesempurnaan tawakal kepada Alloh swt, sehingga mereka meninggalkan segala hal yang menunjukan masih adanya ketergantungan kepada selain Alloh, seperti: berobat dengan api dan ruqyah.

Syeikh Utsaimin dalam kitabnya Qaulul Mufid ‘Ala Kitabit-Tauhid menjelaskan kenapa orang-orang tersebut tidak pernah minta diruqyah oleh orang lain. Setidaknya ada tiga alasan kenapa mereka tidak mau minta diruqyah;

a. Karena kuatnya keyakinan mereka kepada Alloh SWT.

b. Karena kemulaian jiwa-jiwa mereka, sehingga mereka tidak mau merendahkan diri kepada selain Alloh.

c. Karena perbuatan tersebut menunjukkan adanya ketergantungan kepada selain Alloh (Al-Qaulul Mufied I/100-105)

Ada juga pendapat yang menyatakan bahwa yang dimaksud dengan ruqyah dalam hadits tersebut adalah ruqyah selain dengan al-Qur’an atau do’a-do’a yang masyru’, sebagimana yang dahulu dilakukan pada masa Jahiliyah (‘Umdatul Qari’ Syarah shahih Bukhori, karangan Imam Badruddin Al-‘Ainy, 23/180)

Oleh karena itu para ulama berbeda pendapat tentang jumlah
mereka yang masuk surga tanpa hisab. Sebagian ulama menyatakan bahwa jumlahnya hanya 70.000 saja, tidak lebih sebagaimana dijelaskan oleh hadits. Yang lain menyatakan bahwa jumlahnya lebih dari itu.

Al-‘Ainy menyatakan: “Kemungkinan jumlahnya lebih dari itu masih ada, karena yang dimaksud oleh hadits di atas bukan kekhususan jumlah bilangan, akan tetapi merupakan kinayah dari jumlah yang sangat banyak (mubalaghotul fil katsroh) (‘Umdatul Qari’ 23/108)

Oleh karena itu, ada tidak perlu berputus asa, sebab golongan yang masuk surga tanpa hisab itu kemungkinannya banyak sekali sebagaimana dijelaskan di atas. Yang penting banyak-banyaklah beribadah kepada Alloh dan bertawakal kepada-Nya.

Wallahu a`lam bishshowab.
Wassalamu `alaikum Wr. Wb.

Leave a Reply

%d bloggers like this: