Apa Betul Harta Warisan Harus Segera Dibagikan Jika Kedua Orang Tua Sudah Meninggal Dunia – Pertanyaan : assalamualaikum…wr…wb… kedua orang tua saya sudah meninggal dunia…dan tidak meninggalkan surat wasiat.harta peninggalan hanya sebuah rumah,orang tua sudah meninggal sejak tahun 1996.mempunyai anak 9 dan semuanya sudah berkeluarga.. yang ingin saya tanyakan apakah harta warisan itu harus segera dijual agar tidak terjadi saling curiga diantara saudara..sebab ada beberapa kakak saya yang tidak setuju untuk dijual dan sisanya setuju untuk segera,dijual. demikianlah….mohon penjelasan..Ary

Konsultasi Warisan (Faraid) : Jawaban:

Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh

Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala sayyidil mursalin, wa ba`du,

Harta warisan atau dalam istilah para ulama ahli Fara’id disebut sebagai tarikah adalah segala peninggalan orang yang telah wafat baik berupa harta maupun hak-hak khusus. Tarikah ini harus dibagikan kepada yang berhak yaitu para ahli waris dari orang yang meninggal tersebut. Namun sebelum harta warisan tersebut dibagikan, ada bebrapa hal yang harus dilakukan terlebih dahulu yang semuanya berkaitan dengan orang yang mewarisi.

Pertama : Membayar hutang orang yang meninggal.

Kedua : Menunaikan wasiatnya.

Ketiga: Membayarkan biaya pengurusan jenazah.

Setelah ketiga hal diatas dipenuhi, barulah harta warisan tersebut dibagikan kepada mereka yang berhak sesua dengan ketentua-ketentuan syar’i.

Pertanyaan yang selalu muncul adalah: Apakah harta warisan harus segera dibagikan? Harta warisan adalah hak para ahli waris. Oleh karena itu, jika ada ahli waris yang menginginkannya maka harta tersebut harus dibagikan. Sebab jika ditunda-tunda akan memadlartakan ahli waris yang membutuhkannya. Tindakan menunda-nunda disini adalah dilarang.

Tetapi jika semuanya sepakat untuk menundanya dan tidak ada ahli waris yang merasa dirugikan dengan hal tersebut, maka hal tersebut adalah diperbolehkan. Namun demikian kami menyarankan agar harta waris tersebut segera dibagikan minimal dalam bentuk fatwa waris. Sehingga semua ahli waris mengetahui haknya masing-masing dari harta yang ditinggalkan.

Yang harus juga dipahami adalah harta warisan bukanlah harta “pusaka” sehingga tidak boleh untuk diperjual-belikan. Harta warisan adalah harta biasa. Oleh karena itu boleh diperjual-belikan, disewakan dan lain-lainnya selama mendatangkan manfaat bagi ahli waris yang berhak menerimanya.

Oleh karena itu, dalam permasalahan yang sedang suadara alami sebaiknya harta tersebut dibagikan saja kepada para ahli waris. Ini dilakukan untuk menghindari fitnah dan jangan sampai ada ahli waris yang merasa dirugikan dengan tertundanya terus-menerus pembagian harta warisan tersebut.

Wallahu a`lam bishshowab. Wassalamu `alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

[ Kirim Pertanyaan ]

Leave a Reply

%d bloggers like this: