Shalat Sunat Sebelum Dan Sesudah Shalat Fardhu – Pertanyaan : Assalamu’alaikum Wr. Wb. Saya mau bertanya pak Ustazd, ditempat tinggal saya, ada sebagian orang shalat sunat sebelum Shalat Maghrib (Setelah azan maghrib), apakah diperbolehkan shalat sunat tersebut, dan apa dalilnya. Kalo bisa saya minta dijelaskan sholat sunat Rawatib yang dianjurkan oleh Allah SWT sebelum dan sesudah Shalat Fardhu, dan SHalat sunat Rawatib yang dilarang oleh Allah SWT sebelum dan sesudah Shalat Fardhu. MOhon penjelasannya Pak Ustazd. WassalamAriel

Konsultasi Ibadah : Jawaban:

Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh

Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala sayyidil mursalin, wa ba`du,

Pada dasarnya semua sholat rawatib adalah dianjurkan hanya saja para ulama membaginya menjadi dua bagian; sholat sunnah Mu’akkadah dan sholat sunnah Ghair Mu’akkadah.

Yang termasuk sholat rawatib mu’akkadah adalah dua rakaat sebelum shubuh, dua rakaat atau empat rakaat sebelum Dzuhur dan dua rakaat setelahnya, dua rakaat setelah Maghrib, dua rakaat setelah Isya.

Dari Ummu Habibah Ramlah Ra ia berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada seorang hamba muslim yang melaksanakan sholat karena Allah dalam setiap hari dua belas rakaat berupa tathowwu’ bukan sholat fardhu melainkan Allah akan membangunkan bagi orang tersebut sebuah istana di surga atau melainkan akan dibangubn bagi orang tersebut istana di surga” (HR. Muslim No. 728)

Sedangkan yang dimaksud dengan sholat rawatib ghair mu’akkaddah dan sebagian ulama menyebutnya sebagai sholat sunnah muthlaqah adalah

a. Dua rakaat sebelum Ashar.
Dari Abdullah bin Mughaffal Ra ia berkata: Nabi SAW bersabda: “Diantara adzan dan iqomah ada sholat, diantara adzan dan iqomah ada sholat (kemudian dikali ketiga beliau berkata:) bagi siapa yang mau” (HR. Bukhari No. 627 dan Muslim No. 838)

b. Dua rakaat sebelum Maghrib
Dari Abdullah bin Mughaffal Ra dari Nabi SAW bersabda: “Shalatlah kalian sebelum Maghrib (beliau mengulangnya tiga kali). Diakhirnya beliau bersabda: Bagi siapa saja yang mau melaksankannya. Beliau takut hal tersebut dijadikan oleh orang-orang sebagai sunnah. (HR. Bukhori No. 1183)

Dan dalam riwayat Abu Daud : “Sholatlah kalian sebelum Maghrib dua rakaat”. Kemudian beliau bersabda: “Sholatlah kalian sebelum Maghrib dua rakaat bagi yang mau” Beliau takut prang-orang akan menjadikannya sholat sunnah. (HR. Abu Daud No. 1281)

Dari Abdullah bin Mughaffal Ra ia berkata: Nabi SAW bersabda: “Diantara adzan dan iqomah ada sholat, diantara adzan dan iqomah ada sholat (kemudian dikali ketiga beliau berkata:) bagi siapa yang mau” (HR. Bukhari No. 627 dan Muslim No. 838)

c. Dua rakaat sebelum Isya.
Dari Abdullah bin Mughaffal Ra ia berkata: Nabi SAW bersabda: “Diantara adzan dan iqomah ada sholat, diantara adzan dan iqomah ada sholat (kemudian dikali ketiga beliau berkata:) bagi siapa yang mau” (HR. Bukhari No. 627 dan Muslim No. 838)

Wallahu a`lam bishshowab. Wassalamu `alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

[ Kirim Pertanyaan ]

Leave a Reply

%d bloggers like this: