Menggunakan Nama Palsu (nama Samaran) Pada Saat Akad Nikah – Pertanyaan : Assalamualaikum, Afwan mungkin ana to the point aja, ini merupakan pertanyaan teman ana, yang ana tidak bisa jawab, jadi ana ingin menanyakan kepada ustadz. 1. Apakah sah satu pernikahan, pd saat salah satu pasangan mengganti namanya ( nama samaran ) dan dilakukan saat ijab qobul ? 2. Alasan dia menggunakan nama samaran karena takut mendapat sial atau dalam perjalanan rumah tangga nanti tidak menemukan kebahagiaan, dan itu menurut saran orang tuanya yang menanyakan sama orang pintar, melalui ramalan PRIMBON ? Jazakumullah Khairan Katsiro WassalamualaikumLuke 4/5 (3)
4/53

Konsultasi Nikah :Jawaban:

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d

Secara hukum fiqih, syah tidaknya sebuah akad nikah tidak ditentukan dari asli tidaknya nama calon mempelai laki-laki. Tetapi dari zahir akad itu sendiri. Dan selama calon suami dan ayah / wali calon istri secara sadar melakukan akad nikah dengan disaksikan oleh minimal 2 orang saksi yang adil, maka akad nikah itu syah.

Bahkan meski mereka berdua tidak saling kenal nama sekalipun, sehingga kalau lah sekedar menggunakan nama palsu sekalipun, tidak menjadi masalah. Toh penyebutan nama calon suami bukan bagian yang pokok dalam lafaz akad itu sendiri.

Sedangkan alasan penggunaan nama palsu lantaran percaya kepada kesialan yang akan terjadi berdasarkan primbon, maka tindakan itu sebenarnya adalah syirik yang diharamkan Allah SWT. Hitung-hitungan dari primbon itu sama sekali tidak ada dasar ilmiyahnya, apalagi dasar syar’inya. Bahkan sebaliknya, hitung-hitungan seperti itu bila membawa pelakunya kepada kepercayaan atas nasib naas yang akan diterimanya, maka itu adalah perbuatan menyekutukan Allah SWT. Termasuk dalam kategori ‘tathayyur’ atau percaya kepada burung.

…Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.(QS. Al-A’raf : 131)

Utusan-utusan itu berkata: “Kemalangan kamu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan ? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampui batas”.(QS. Yaasin : 19)

Rasulullah SAW bersabda :

Tidak ada ‘adwa, tiyarah, hammah dan shafar(HR. Al-Bukhari dan Muslim).

‘Adwa adalah penjangkitan atau penularan penyakit. Sedangkan Tiyarahadalah kepercayaan atas nasib sial yang akan menimpa, baik dengan hitung-hitungan nama versi primbon, feng shui, melintasnya hewan tertentu dan sejenisnya. Asal kata tiyarah itu sendiri dari kata thair yang bermakna burung. Disebut demikian karena kepercayaan orang jahiliyah bila melihat burung terbang melintas, lantas mereka percaya bahwa burung itu memberi tanda kesialan. Sehingga mereka tidak jadi bepergian lantaran kepercayaan kepada burung itu.

Sedangkan Hammah adalah adalah kepercayaan kalau melihat burung hantu akan mendapatkan kesialan. Dan Shafar adalah kepercayaan atas kesialan yang akan terjadi pada bulan Shafar.

Selain itu ada juga hadits lainnya yang menegaskan bahwa tindakan takut terjadi kesialan yang disebut dengan tiyarah itu merupakan tindakan syirik.

Dari Ibnu Masud bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Tiyarah itu syirik, tiyarah itu syirik, tiada seorang pun dari kita kecuali (telah terjadi dalam hatinya sesuatu dari hal ini). Hanya saja Allah SWT menghilangkannya dengan tawakkal kepada-Nya(HR. Abu Daud dan Tirimizy dan beliau menshahihkannya).

Dari Ibnu Amr bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Orang yang mengurungkan hajatnya (kepentingannya) lantaran percaya kepada nasib sial (tiyarah), maka dia telah berbuat syirik”. Para shahabat bertanya,”Lalu apa tebusannya ?”. Beliau menjawab,”Hendaklah dia mengucapkan (Ya Allah, tiada kebaikan kecuali kebaikanmu dan tidak ada kesialan kecuali kesialandarimu dan tiada sembahan kecuali Engkau(HR. Ahmad).

Akadnya insya Allah syah, tapi penggantian nama dengan motivasi kesialan adalah syirik.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

[ kirim pertanyaan ]

Beri Nilai Artikel Ini:

Istilah Percarian:
hukum mengganti nama saat akad nikah, hukum mengganti nama saat ijab kabul, hukum menikah dengan nama palsu, hukum menikah dengan nama palsu konsultasisyaRiah, Hukum merubah nama saat menikah, hukum menikah pakai nama panghilan, hukum nikah gak pakai nama asli, hukum nikah pakai nama palsu, hukum praktek nikah menggunakan nama asli, ijab kabul d3ngan nama palsu, ijab kabul dengan nama tak asli, ijab qabul menggunakan nama panggilan sah atau tidak, ujab kabul setelah ganti nama, hukum menambahkan nama saat akad nikah, akad nikah dengan nama palsu, akad nikah menggunakan nama beken, apa sah jika menikah pakai nama samaran, Apakah sah nikah menggunakan nama panggilan, apakah syah akad nikah pake nama panggilan, Bagaimana jika saat akad tidak menggunakn nama asli?, boleh kah ijab kabul dgn nama panggilan, boleh kah ijab kabul memakai bukan nama asli, hukum dalam islam mengganti nama saat akad nikah karena, hukum ijab qobul dengan nama panggilan, Hukum menambah Nama lelaki waktu akad nikah

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: