Bagaimana Hukumnya Nikah Campur,serta Menikahkan Anaknya..? – Pertanyaan : Asalamualaikum wr wb Saya ingin bertanya Ustad tentang wali pernikahan.Ada kerabat saya itu ingin menikah tapi calon istrinya itu hasil dari nikah campuran jawa dan cina Bapaknya yang cina.saya pernah membaca bahwa nikah campur itu boleh asal pria muslim dan wanita non muslim.wanita muslim dan pria non muslim juga boleh asal pria pindah ke islam dan tidak diragukan ke islamanya tapi disini bapak calon istri kerabat saya itu di ragukan keislamanya dan sudah meninggal.nah pada saat nikah nanti siapa yang berhak jadi wali?saudara yang ada adik laki2 satu,Pak ustad syah kah perkawinan orang tuanya? karna kerabat saya belum begitu dalam mengenal keluarga calon karna pendatang baru di desa itu mohon penjelasan Pak Ustad saya ucapkan terimakasih wassalmu`alaikum wr.wb.Biant

Konsultasi Nikah : Jawaban:

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d

Dalam banyak kitab fiqih sering disebutkan urut-urutan orang yang bisa menjadi wali bagi seorang wanita yang akan menikah.

Misalnya dalam kitab yang paling sederhana dan dibaca hampir di semua pesantren di Indonesia seperti Al-Ghoyah Wat Taqrib, disebutkan bahwa wali Nikah adalah sbb:

  1. Ayah kandung
  2. Kakek, atau ayah dari ayah
  3. Saudara (kakak / adik laki-laki) se-ayah dan se-ibu
  4. Saudara (kakak / adik laki-laki) se-ayah saja
  5. Anak laki-laki dari saudara yang se-ayah dan se-ibu
  6. Anak laki-laki dari saudara yang se-ayah saja
  7. Saudara laki-laki ayah
  8. Anak laki-laki dari saudara laki-laki ayah (sepupu)

Diantara syarat menjadi wali adalah faktor agama dimana para ulama mengatakan bahwa antara wanita dengan walinya tidak boleh berbeda agama. Seorang yang bukan muslim, maka kewaliannya tidak syah bila menikahkan anak wanitanya yang muslimah. Dan sebaliknya, seorang muslim tidak syah bila menikahkan anak wanitanya yang bukan muslimah, meski calon suaminya itu muslim. Dasarnya adalah firman Allah SWT berikut ini :

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka menjadi penolong (wali) bagi sebahagian yang lain….(QS. At-Taubah : 71).

Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung (wali) bagi sebagian yang lain… (QS. Al-Anfal : 73).

…Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.(QS. An-Nisa : 141).

Sehingga bila semua daftar wali yang ada itu tidak beragama Islam, maka satu-satunya jalan hanyalah dengan menggunakan wali hakim. Rasulullah SAW bersabda :

… Maka sultan (pengusa) adalah wali bagi mereka yang tidak punya wali”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

[ kirim pertanyaan ]

Leave a Reply

%d bloggers like this: