Akhowat Jadi Mas‘ul Lembaga? – Pertanyaan : Assalamu‘alaikum wr wb Ustadz, sebentar lagi lembaga kemahasiswaan di kampus kami insya Alloh akan mengadakan suksesi. Untuk persiapan suksesi tim syura telah menjaring 4 calon mas‘ul lembaga, 1 ikhwan dan 3 akhwat dengan standar kualitas tarbiyah dan pengalaman organisasi. Kemudian dikerucutkan menjadi 2 calon, 1 ikhwan dan 1 akhwat dengan standar kualitas amniyah. Yang jadi permasalahannya adalah; si ikhwan mempunyai banyak “catatan” dalam amanahnya. Di sisi lain, si akhwat lebih kapabel dalam masalah manajerial dan militansi. Bagaimanakah syariat Islam mengatur permasalahan tersebut diatas? Perlu ustadz ketahui, dilembaga kami sekitar 65% anggotanya adalah akhwat. Jawaban ustadz sangat kami tunggu. Terima kasih atas perhatiannya. Jazakumulloh khoiran katsiro. Wassalamu‘alaikum wr wbIman

Konsultasi Fiqih Wanita : Jawaban:

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Dalam kondisi normal, yang seharusnya tampil di depan umum dan memimpin suatu lembaga yang bersifat umum, yang terdiri dari kaum lelaki dan kaum wanita adalah laki-laki. Dalam kondisi tertentu, yakni adanya kebutuhan obyektif baik dalam sekala umum atau dalam ruang lingkup khusus dan tidak ada yang dapat melakukannya selain wanita yang bersangkutan, ia boleh tampil untuk meminpin lembaga tersebut dengan tetap memperhatian ketentuan-ketentuan Islam, yaitu:
1. Mengenakan Pakaian yang Menutup Aurat
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang-oarang beriman, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka”(QS Al Ahzaab 27).
2. Tidak Tabarruj atau Memamerkan Perhiasan dan Kecantikan
Artinya:” Janganlah memamerkan perhiasan seperti orang jahiliyah yang pertama” (QS Al Ahzaab 33)
3. Tidak Melunakkan, Memerdukan atau Mendesahkan Suara
“Janganlah kamu tunduk dalam berbicara (melunakkan dan memerdukan suara atau sikap yang sejenis) sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik” (QS Al Ahzaab 32).
4. Menjaga Pandangan.
“Katakanlah pada orang-orang laki-laki beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya dan
Memelihara kemaluannya ……..”(QS An Nuur 30-31)
5. Aman dari Fitnah .
Hal ini sudah merupakan ijma‘ ulama.
Wallahu a‘lam bishshowab.
Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Leave a Reply

%d bloggers like this: