Warisan Dengan Saya Dan Adik Tiri Saya – Pertanyaan : Assalamu `alaikum Wr. Wb. Pak ustad, ayah saya menikah lagi dan sudah dibagi-bagi harta gono-gininya dengan ibu saya hasil dari selama pernikahannya (memiliki 2 orang putri, saya dan adik saya). Tapi sebelum menikah dengan ibu saya, ayah mendapatkan warisan dari ibunya (nenek saya) 8 hektar tanah yang sekarang di kerjakan sendiri bersama istri mudanya, yang sekarang sudah mempunyai seorang anak laki-laki. Pertanyaannya adalah : 1. Apakah saya dan adik saya (perempuan) berhak mendapat warisan dari ayah saya, kalau berhak kapan sebaiknya pembagian itu dilakukan ? 2. Bagaimana perincian pembagian tersebut ? Mohon penjelasannya… Terima kasihTaufan

Konsultasi Warisan (Faraid) : Jawaban:

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d

Mohon maaf bila kami kurang memahami penjelasan Anda terutama tentang status hubungan antara ibu Anda dan ayah Anda. Anda menyebtukan sudah dubagi harta gono gininya, seolah-olah bahwa mereka itu bercerai. Benarkah demikian ?

Hal yang belum lainnya adalah keberadaan ayah Anda itu, masih hidupkah dia atau sudah wafat ? Ini juga tidak dijelaskan.

Padahal dua informasi itu sangat penting kaitannya dengan pertanyaan waris. Pertama, suami istri sudah cerai, maka antara keduanya tidak ada hubungan bagi waris. Harta mantan suami itu tidak bisa diberikan kepada mantan istri dan sebaliknya harta mantan istri tidak bisa diberikan kepada mantan suami.

Istri yang sudah dicerai tidak mendapat harta waris

Di dalam Al-Quran Al-Karim, disebutkan bahwa suami bisa mendapat harta istri sebanyak 1/2 –nya bila istri itu tidak punya anak. Dan bila punya anak, maka suami hanya mewarisi ¼ -nya saja. Sebalinya, seorang istri mendapat harta suami sebesar 1/4 –nya bila suami tidak punya anak dan 1/8 bila suami punya anak.

Dan bagimu (suami) seperdua (1/2) dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika isteri-isterimu itu mempunyai anak, maka kamu (suami) mendapat seperempat (1/4) dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau seduah dibayar hutangnya. Para isteri memperoleh seperempat (!/4) harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para isteri memperoleh seperdelapan (1/8) dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau sesudah dibayar hutang-hutangmu. (QS. An-Nisa : 12 )

Tapi bila hubungan suami istri itu sudah putus, maka antara mereka berdua sudah tidak bisa saling mewarisi lagi. Jadi kami harus tahu dulu apakah hubungan suami istri itu masih berlangsung ? Bila masih berlangusng, maka ibu Anda dan istri mudanya sama-sama istri, sehingga mereka berdua mendapat 1/8 dari total harta ayah Anda bila meninggal nanti. Dan kalau istrinya tiga orang, maka 1/8 total harta itu dibagi tiga sama besar. Pokoknya jatah untuk seluruh istri itu 1/8 dari total harta baik jumlahnya seorang, dua orang, tiga orang atau empat orang.

Orang yang masih hidup tidak dibagi hartanya sebagai warisan

Begitu juga keterangan apakah ayah Anda masih hidup perlu ditegaskan. Karena yang namanya harta warisan itu tidak dibagikan kecuali yang empunya sudah wafat. Kalau masih hidup, maka bukanlah warisan. Selain itu juga masalah harta yang dimiliki, tentu yang dibagikan bukan hanya tanah, tetapi semua jenis kekayaan yang dimilikinya secara penuh tanpa ada tercampur dengan kepemilikan dari orang lain. Dan untuk membaginya menjadi harta warisan, dari harta itu harus dikeluarkan terlebih dahulu :

  • Semua hutangnya
  • Semua wasiat yang pernah dipesankannya dengan ketentuan maksimal 1/3 dari total harta
  • Biaya kepengurusan jenazah bila memang harus dikeluarkan dan tidak ada yang menanggungnya.

Menghitung Dengan Data Anggapan

Bila semua informasi itu ada dan lengkap, barulah kita bisa menghitugnya dengan benar. Sekarang, maril kita buat sebuah anggapan untuk memudahkannya. Anggaplah ibu Anda itu tidak dicerai, maka dia mendapat harta waris. Dan anggaplah ayah Anda itu sudah wafat, maka hartanya bisa dibagi waris. Dan anggap saja harta ayah Anda itu hanya lahan 8 hektar, tanpa hutang, wasiat atau biaya penyelenggaraan jenazah.

Jatah Warisan Untuk Anak

Sedangkan Anda sebagai anak, pastilah selamanya akan mandapat warisan dari harta ayah Anda. Karena hubungan Anda orangtua dan anak itu adalah hubungan abadi yang tidak akan berubah meski orang tua mereka bercerai. Anak itu mendapatkan ashabah atas harta orang tuanya. Yang dimaksud dengan ashabah adalah sisa pembagian dari para ahli waris yang jatahnya sudah ditentukan besarnya. Para ahli waris ini disebut juga ashabul furudh. Misalnya istri yang jatahnya sudah pasti yaitu 1/4 atau 1/8 tergantung suami itu punya anak atau tidak. Sehingga kalau ahli waris itu hanya istri dan anak, maka istri mendapat 1/8 dari total harta dan sisanya yaitu 7/8 adalah ashabah untuk anak.

Sekarang tinggal menghitung jumlah anak kandungnya, ada berapa dan apa jenis kelamin mereka. Sedangkan dari istri yang mana anak itu lahir, tidak ada pengaruhnya. Yang penting anak itu anak kandung bagi ayah mereka. Sedangkan anak tiri seperti anak istri dari suami yang lain, tentu tidak mendapat warisan darinya.

Kalau sekilas membaca pertanyaan Anda, maka kami menghitung bahwa ayah Anda itu punya anak tiga orang, dua wanita (Anda dan adik kandung Anda) dan satu laki-laki (saudara tiri Anda). Ketiganya adalah anak kandung kalau dilihat dari ayah Anda, sehingga ketiganya berhak atas harta warisan.

Dalam Al-Quran Al-Karim telah ditentukan bahwa anak laki-laki mendapat 2 bagian jatah anak perempuan.

Allah mensyari’atkan bagimu tentang anak-anakmu. Yaitu : bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagahian dua orang anak perempuan …(QS. An-Nisa : 11)

Itu berarti karena saudara tiri Anda itu laki-laki, maka dia mendapat bagian yang besarnya 2 kali lipat dari jatah Anda sebagai anak wanita. Maka harta yang 7/8 sebagai sisa itu dibagikan kepada tiga anak dengan rincian bahwa Anda mendapat satu jatah, saudara perempuan Anda mendapat satu jatah dan saudara laki-laki Anda mendapat 2. Karena itu harta 7/8 bagian itu kita bagi 4, sehingga Anda mendapat 1/4 , saudara wanita Anda mendapat 1/4 dan saudara laki-laki Anda mendapat 2/4.

Detailnya adalah sbb

  • Ibu mendapat 1/8 bagian dari 8 hektar maka beliau mendapat 1 hektar

    Sehingga tanah yang tersisa tinggal 7 hektar, dan inilah yang dibagikan kepada ashabah.

    Sisa yang 7/8 bagian ini atau 7 hektar dibagikan kepada ashabah, yaitu

  • Anda sebagai anak perempuan mendapat 1/4 bagian dari 7 hektar yaitu 1,375 hektar.
  • Adik perempuan Anda mendapat bagian 1/4 bagian dari 7 hektar yaitu 1,375 hektar
  • Dan saudara laki-laki mendapat jatah dua kali lipat dari Anda atau 2/4 bagian dari 7 hektar yaitu 3,75 hektar.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

[ kirim pertanyaan ]

Leave a Reply

%d bloggers like this: