Rakyat Sipil Yahudi Di Palestina, Boleh Dibunuh ? – Pertanyaan : bismillahirrahmanirrahiem, ustadz yang baik, 1. dalam situasi perang, kaum muslimin hanya dibolehkan untuk membunuh orang yang memerangi mereka saja, tetapi mengapa di palestina bom syahidnya itu sering juga memakan korban rakyat sipil? apa alasannya? 2. apakah rakyat sipil di palestina bisa disamakan dengan rakyat sipil di negara lain, boleh dibunuh? terus terang saya tidak setuju karena saudara dan tetangga saya pun banyak yang non-muslim, tetapi ada seorang laki-laki yang mengatakan bahwa boleh-boleh saja membunuh mereka karena rakyat sipil muslimin di irak, palestina, ambin, poso dll pun dibunuh tanpa alasan, saya ingin meluruskan pendapat laki-laki ini. jazakumullah khairan katsira.Mujahidah

Konsultasi Sosial Politik : Jawaban:

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d

Sebenarnya masalah ini perlu dilihat dari runtutan sejarahnya. Yaitu bagaimana bisa ada sejumlah orang asing di dalam sebuah negeri berdaulat. Ini sangat penting untuk dipahami dengan jelas dan benar.

Jauh sebelumnya, Palestina itu adalah sebuah negara berdaulat, merdeka dan punya pemerintahan, rakyat dan garis-garis batas negara. Sebagai sebuah negara berdaulat yang diakui oleh PBB, maka siapa pun orang asing yang masuk ke dalam negeri itu harus mendapatkan izin (visa) dari pemerintahnya. Dan masalah ini sudah diakui di dunia international.

Anda pun sebagai orang asing, bila ingin masuk ke dalam wilayah USA, wajib punya izin masuk, juga tentunya passport dan selain itu harus mengikuti semua aturan hukum dan undang-undang yang berlaku di negara itu. Dan Anda haurs segera keluar dari wilayah negara itu bila visa Anda habis. Kalau tidak, maka Anda tetap akan diusir ke luar.

Dan biasanya, pemerintah setiap negara tidak akan memberi visa bila tidak ada ticket pesawat pulang pergi atau keterangan yang jelas tentang tujuan Anda mau apa dan jaminan yang Anda miliki.

Bayangkan bila Anda nekat dan menerobos masuk ke dalam wilayah USA dengan sengaja, maka US ARMY berhak melarang dan kalau perlu mereka akan menembak Anda di tempat. Kalau Anda tewas, maka tentara itu tidak bisa disalahkan karena mereka berindak seusai dengan UU.

Sekarang, marilah kita lihat apa yang dilakukan oleh yahudi-yahudi itu terhadap kedaulatan sebuah negara Palestina. Mereka bukan hanya menerobos masuk, tetapi juga datang dengan persenjataan, tank, meriam, bom dan mortir. Ini adalah sebuah ekspansi dan penjajahan. Dan sebuah penginjak-injakan atas kedaulatan sebuah negara. Apakah bila pemerintah dan rakyat negara terjajah itu memberikan perlawanan bersenjata atau dengan apapun termasuk dengan mengorbankan nyawa, Anda akan katakan bahwa itu terorisme atau pelanggaran hak asasi ?

Dan keberadaan orang israel di dalam sebuah negeri berdaulat adalah pelanggaran berat. Siapa pun yang masuk ke dalam sebuah negeri berdaultan tanpa izin lalu merampas kedaultan, dia adalah pelanggara HAM dan juga penjahat. Meski pun mereka tidak pakai senjata. Tahukah Anda mengapa ada orang ‘sipil’ yahudi yang mau masuk ke israel ?

Karena adanya jaminan keamanan dari tentara israel itu sendiri. Kalaulah tidak ada tentara, maka tidak mungkin orang sipil itu mau masuk israel. Jadi kalau orang sipil itu sampai terbunuh, itu adalah 100 % kesalahan tentara Israel sendiri yang membawa-bawa orang sipil ke dalam wilayah perang. Dan sebagai orang sipil yang waras, seharusnya mereka berpikir 100 kali kalau akan dijadikan umpan atau tumbal ke dalam wilayah konflik.

Jangankan orang sipil, prajurit militer pun seharusnya tidak boleh dijadikan tumbal dalam sebuah peperangan berdarah. Dan itu semua adalah akal-akalan licik yahudi yang tidak berani berperang kalau tidak dibalik benteng kokoh.

Mereka (yahudi) tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. … (QS. Al-Hasyr : 14)

Dahulu, benteng yang mereka gunakan adalah tembok betulan, kini tentara paling pengecut sedunia itu berlindung di balik tembok manusia sipil. Dengan cara licik itu mereka berharap tidak akan digempur oleh umat Islam. Karena benteng tembok mereka selama ini dengan mudah dirobohkan dan umat Islam tetap dengan mudah bisa merengsek ke jantung pertahanan mereka. Jadi mereka perlu melindungi diri dengan wanita dan anak-anak tak berdosa agar selamat. Padahal benteng manusia itu juga tidak kalah takutnya dari mereka.

Kalau mereka minta agar umat Islam tidak membuh warga sipil mereka, tapi apa yang mereka lakukan terhadap warga sipil palestina ? Adakah mereka menahan diri tidak membunuh warga sipil palestina ? Tentu sama sekali tidak. Justru moncong senapan mereka setiap hari menyalak mencabuti nyawa berjuta warga palestina tak berdosa. Bagaimana mungkin umat Islam harus mematuhi aturan tidak membunuh orang sipil mereka sementara mereka dengan enaknya membunuh siapa saja dari umat Islam. Laki-laki, wanita, anak-anak tak berdosa, orang tua, penyandang cacat, orang sakit, wanita hamil dan termasuk ternak dan hewan peliharaan.

Hanya pengamat ‘kurang bacaan’ saja yang berpikir bahwa membunuh sipil yahudi yang telah melanggar perbatasan wilayah itu dilarang. Jadi dalam hal ini sipil atau militer yahudi tidak ada bedanya. Sama sama musuh yang halal darahnya. Dan buat bangsa yang sama sekali tidak pernah mematuhi aturan perang international, hanya satu cara menahammnya, lawan.

Perundingan damai sama sekali bukan jalan keluar. Satu-satunya jalan keluar buat konflik palestina itu adalah keluarnya yahudi dari tanah itu dimana mereka telah diharamkan untuk memasukinya. Atau dengan meng-keluar-kan nyawa dari tenggorokan mereka. Hanya itu dan tidak ada yang lainnya.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

[ kirim pertanyaan ]

Leave a Reply

%d bloggers like this: