Perhitungan Zakat 1 Tahun Qomariyah Atau Samsiyah – Pertanyaan : Assalamu’alaikum Wr.Wb 1. Jika kita ingin mengeluarkan zakat misal zakat profesi dengan mengakumulasikan perhitungan dalam satu tahun, maka peredaran tahun manakah yang digunakan bulan syawal bertemu syawal atau bulan desember bertemu desember…..1 tahun qomariyah atau samsiyah ? 2. Jika kita membuka suatu usaha bersama dengan modal bersama berapa perhitungan zakatnya ? perhitungan berdasarkan besarnya modal yang terkumpul atau omzet atau profit yang didapat ? apakah juga dihitung setelah dikurangi komisi yang dikeluarkan 3. Do’a apa yang hendaknya kita ucapkan saat mengeluarkan zakat ? Wassalamu’alaikum Wr.WbQiwoy Al Bantani

Konsultasi Zakat :Jawaban:

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d

1. Perhitungan haul dalam masalah zakat atau yang dimaksud dengan satu tahun adalah berdasarkan tahun qamariyah atau tahun hijriyah. Bukan dengan tahun syamsiyah atau yang sering dikenal dengan tahun masehi.

2. Usaha yang dilakukan perlu dijelaskan terlebih dahulu seperti apa bentuknya, apa usaha jual beli, penyewaan, pertanian, peternakan atau lainnya.

Kalau sifatnya adalah jual beli dengan bentuk membeli barang lalu menjualnya kepada pembeli, maka yang dizakati adalah modal yang berputar, sedangkan asset atau modal yang diam seperti rumah, gedung, alat-alat dan yang lainnya tidak termasuk yang dihitung untuk dikeluarkan zakatnya. Aturan lebih jelasnya silahkan anda baca masalah zakat perdagangan.

Sedangkan kalau bentuknya sewa-menyewa, seperti menyewakan rumah, kendaraan, tanah dan lainnya, maka yang dihitung adalah pemasukannya. Setelah dipotong dengan biaya operaional dan sebagainya. Masalah lebih jelasnya silahkan anda baca dalam masalah zakat investasi.

3. Doa yang dibaca saat mengeluarkan zakat tidak kita temukan dalil yang shahihnya. Sebaliknya yang ada adalah doa yang diucapkan oleh amil zakat saat menerima setoran zakat untuk disalurkan kepada mutahiqnya. Hal itu sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW saat menerima penyaluran zakat :

Dari Abdullah bin Abi Aufa ra berkata,”Bila ada satu kaum yang datang kepada Rasulullah SAW dengan membawa zakat, maka beliau berdoa : “ Allahumma Shalli ‘alaa Aali Fulan” . Kemudian bapakku datang kepada beliau dengan membawa zakat, maka beliau pun berdoa ” Allahumma Shalli ‘alaa Aali Abi Aufa” (HR. Bukhari)

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

[ kirim pertanyaan ]

Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: