3. I’tikaf

3.  I’tikaf

 

Rasulullah mengerjakan i’tikaf pada bulan yang mulia ini untuk mendekatkan diri kepada Allah عزّوجلّ dan memalingkan hati dari kesibukan dunia.

Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata, “Allah mensyari’atkan i’tikaf, maksud dan intinya adalah agar hati lebih tenang dan menghadap kepada Allah, memusatkan hati, mendekatkan diri kepada-Nya, dan menghilangkan kesibukan yang berhubungan dengan manusia, hanya sibuk kepada Allah saja.” (Zadul Ma’ad 2/82)

Semangat beliau dalam mengerjakan i’tikaf tercermin dalam hadits Aisyah رضي الله عنها ketika berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَعْتَكِفُ فِى كُلِّ رَمَضَانَ

“Adalah Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengerjakan i’tikaf pada setiap Ramadhan.” (HR. Bukhari: 2041)

Bahkan termasuk potret beliau yang paling menonjol di sepuluh terakhir bulan Ramadhan adalah kesungguhan beliau dalam menghidupkan malam-malam terakhir Ramadhan. Aisyah رضي الله عنها berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَجْتَهِدُ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِى غَيْرِهِ

“Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir, tidak seperti pada selainnya.” (HR. Muslim: 1175)

Aisyah رضي الله عنها juga menuturkan,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَجَدَّ وَشَدَّ الْمِئْزَرَ

“Adalah Rasulullah صلى الله عليه وسلم bila memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan maka beliau menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, bersungguh-sungguh dan menguatkan ikatan sarungnya.” (HR. Muslim: 1174)

Previous

Next

Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: