2. Waktu Lailatul Qadar

2. Waktu Lailatul Qadar

 

Diriwayatkan dari Nabi صلي الله عليه وسلم bahwa malam tersebut terjadi pada tanggal malam 21,23,25,27,29 dan akhir malam bulan Ramadhan.1

Imam Syafi’i رحمه الله berkata: “Menurut pemahamanku. wallahu ‘alam, Nabi صلي الله عليه وسلم menjawab sesuai yang ditanyakan, ketika ditanyakan kepada beliau: “Apakah kami mencarinya di malam ini?”, beliau menjawab: “Carilah di malam tersebut” (Sebagaimana dinukil Al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah 6/386)

Pendapat yang paling kuat, terjadinya malam Lailatul Qadar itu pada malam terakhir bulan Ramadhan berdasarkan hadits Aisyah ?رضي الله عنها, dia berkata Rasulullah صلي الله عليه وسلم beri’tikaf di sepuluh hari terkahir bulan Ramadhan dan beliau bersabda:  “Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan”  (HR. Bukhari 4/225 dan Muslim 1169)

Jika seseorang merasa lemah atau tidak mampu, janganlah sampai terluput dari tujuh hari terakhir, karena riwayat dari Ibnu Umar, dia berkata: Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda:

الْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلَا يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِي

“Carilah di sepuluh hari terakhir, jika tidak mampu maka jangan sampai terluput tujuh hari sisanya”  (HR. Bukhari 4/221 dan Muslim 1165)

Ini menafsirkan sabdanya:

أَرَى رُؤْيَاكُمْ قَدْ تَوَاطَأَتْ فَمَنْ كَانَ مُتَحَرِّيهَا فَلْيَتَحَرَّهَا مِنْ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ

“Aku melihat bahwa mimpi kalian benar, oleh karena itu, barangsiapa yang mencarinya carilah pada tujuh hari terakhir” (Lihat Maraji’ tadi)

Telah diketahui dalam sunnah, pemberitahuan ini ada karena perdebatan para sahabat. Dari Ubadah bin Shamit رضي الله عنه, ia berkata: Rasulullah صلي الله عليه وسلم ke luar pada malam Lailatul Qadar, ada dua orang sahabat berdebat, beliau bersabda:  “Aku keluar untuk mengkhabarkan kepada kalian tentang malam Lailatul Qadar, tapi ada dua orang berdebat hingga tidak bisa lagi diketahui kapannya; mungkin ini lebih baik bagi kalian, carilah di malam 29. 27. 25 (dan dalam riwayat lain: tujuh, sembilan dan lima)” (HR. Bukhari 4/232)

 

Peringatan:

Telah banyak hadits yang mengisyaratkan bahwa malam Lailatul Qadar itu pada sepuluh hari terakhir, yang lainnya menegaskan, di malam ganjil sepuluh hari terakhir. Hadits yang pertama sifatnya umum sedang hadits kedua adalah khusus, maka riwayat yang khusus lebih diutamakan dari pada yang umum, dan telah banyak hadits yang lebih menerangkan bahwa malam Lailatul Qadar itu ada pada tujuh hari terakhir bulan Ramadhan, tetapi ini dibatasi kalau tidak mampu dan lemah, tidak ada masalah, dengan ini cocoklah hadits-hadits tersebut, tidak saling bertentangan, bahkan bersatu tidak terpisah. 

Kesimpulannya. Jika seorang muslim mencari malam lailatul Qadar carilah pada malam ganjil sepuluh hari terakhir: 21, 23,25,27 dan 29. Kalau lemah dan tidak mampu mencari pada sepuluh hari terakhir, maka carilah pada malam ganjil tujuh hari terakhir yaitu 25,27 dan 29. Wallahu ‘alam 




1.     Pendapat-pendapat yang ada dalam masalah ini berbeda-beda, Imam Al-Iraqi telah mengarang satu risalah khusus diberi judul Syarh Shadr Bidzikri Lailatul Qadar, membawakan perkataan para ulama dalam masalah ini, lihatlah…

Previous

Next

Leave a Reply

%d bloggers like this: