Tentang Isra’ Mi’raj – Pertanyaan : ASsalamu’alaikum.. Ustadz, saya ada pertanyaan seputar Isra’ Mi’raj. 1. Mengapa sebenarnya Allah mengadakan peristiwa Isra Mi’raj itu? Apakah semata-mata hanya untuk menyampaikan perintah sholat fardhu? 2. Bagaimana menurut pandangan syariah tentang peringatan Isra’ Mi’raj? Jazakumullah khair. WassalamMuhandis064

Konsultasi Aqidah : Jawaban:

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d

Para ulama sirah Rasul sering mengungkapkan bahwa peristiwa Isra` dan Mi`raj itu merupakan salah satu bentuk atau cara Allah SWT untuk menghibur hamba-Nya, Muhammad SAW yang pada saat itu sedang menghadapi tekanan dan penderitaan luar biasa.

Para ahli sirah mencatat bahwa masa sebelum peristiwa Isra’ Mi’raj itu memang sangat menyedihkan dan mengharukan secara pribadi bagi Rasulullah SAW dan juga umat Islam saat itu.

Itulah mengapa Rasulullah SAW menamakan tahun itu sebagai tahun duka cita. Karena di tahun itu dua orang yang paling disayang beliau serta menjadi tulang punggung perjuangan dakwah telah wafat. Pertama Abu Thalib yang meski tidak sempat masuk Islam, namun peranan beliau terhadap perjalanan dakwah tidak bisa dikecilkan. Bahkan Rasulullah SAW pun menungguinya hingga wafat dan masih berharap Abu Thalib masuk Islam.

Yang kedua adalah istri tercinta yaitu Khajijah ra yang selama ini telah menjadi penghibur dan menjadi pelipur lara. Bahkan harta beliau pun selalu menjadi asset dakwah yang sangat berguna.

Saat itu Rasulullah SAW memutuskan untuk berhijrah ke Thaif dengan harapan bisa mendapatkan pengikut. Namun bukannya sambutan yang beliau terima tapi justru sambitan batu dan kotoran hewan. Pada saat itu Rasulullah SAW berlari masuk ke sebuah kebun anggur bersama Zaid yang mendampinginnya. Kerja dakwah beliau saat itu betul-betuk stock dan tanpa harapan sama sekali. Ketika itulah beliau memanjatkan doa dan mengadukan nasibnya kepada Allah SWT dengan sedemikian mengharukan.

Rupanya doa beliau ini dijawab oleh Allah SWT dengan sebuah ‘hadiah’ menarik berupa perjalanan ke langit menemui sekian banyak para nabi dan rasul terdahulu. Dimana beliau mendapat sambutan yang hangat dari mereka semua dan dijadikan sebagai pemuka para nabi. Bahkan kepada beliau juga diperlihatkan surga dan neraka. Sampai akhirnya Rasulullah SAW sampai ke sidratil muntaha dimana tak seorang makhluq pun diizinkan masuk termasuk Jibril AS. Disanalah Rasulullah SAW mendapatkan perintah untuk shalat lima waktu.

Jadi perjalanan satu malam yang menempuh jarak tak terhingga itu selain urusan menerima perintah shalat, juga merupakan sebuah penghibur dan pelipur lara Rasulullah SAW. Selain juga sebagai isyarat kemenangan yang akan segera didapat dengan mulai tersiarnya dakwah Islam di Madinah setelah kepulangan beliau dari perjalanan ini. Karena tidak lama kemudian, Islam mulai tersiar di Madinah dan mendapat tempat yang baik disana bahkan menjadi ibu kota Islam di tahun berikutnya.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

[ kirim pertanyaan ]

Leave a Reply

%d bloggers like this: