Tentang Rizki – Pertanyaan : Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh ustad yang terhormat, ada hal yang kadang membuat saya bertanya-tanya, dan entahlah kenapa bisa merisaukan pikiran saya kadang-kadang. tentang hadist bahwa ketika Allah meniupkan ruh kepada bayi dicatat pula berapa rixkinya, siapa jodohnya, kapan matinya dst. yang menjadi pertanyaan saya adalah jika seseorang telah ditentukan rizkinya…berarti dia tidak akan mati kecuali rizkinya terpenuhi. terus bagaimana memahami seseorang yang meninggal tetapi meninggalkan hutang. terkait dengan penentuan rizki tadi.? demikian jazakallah wassalamu’alaikum warah matullahi wabarakatuhAkhid Rosyidi

Konsultasi Aqidah :Jawaban:

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d

Penentuan rizki , nasib, jodoh dan sebagainya itu memang merupakan hadits yang shahih. Sehingga hal itu merupakan bagian dari aqidah yang harus kita terima dan kita imani.

Namun jangan sampai anda kebablasan dalam memahami tema demikian. Karena semua itu disebutkan oleh Allah SWT bukan untuk membuat seseorang menjadi menyerah kepada nasib begitu saja. Tetapi untuk menunjukan betapa kecilnya manusia di hadapan Allah SWT. Sehingga tidak ada jalan lain untuknya kecuali berharap dan menjalankan apa yang diperintahkan-Nya.

Karena tidak ada seorang pun yang tahu apa yang telah ditetapkan oleh Allah SWT itu. Kapan dia mati, siapa jodohnya, bagaimana rizkinya dan seterusnya sama sekali tidak ada seorang pun yang tahu. Karena semua itu semata-mata hanya taqdir dan kehendak Allah SWT semata yang merupakan rahasia. Tidak seorang pun diberi tahu atas segala yang Allah SWT taqdirkan itu.

Sehingga tidak ada alasan bagi seseorang untuk berpangku tangan dan menunggu nasib saja. Karena Allah SWT Yang memiliki rahasia itu tidak berhenti pada posisi menetukan taqdir seseorang, tetapi juga memerintahkan manusia untuk bekerja dan berusaha. Seolah-olah Dia mengatakan memang sudah ditaqdirkan, tapi taqdir itu urusan-Ku dan urusanmu hanyalah bekerja dan berusaha sambil berdoa. Berdoalah kepada-Ku, pastilah Aku kabulkan.

Nah, begitu pula dengan rezeki, tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana rezekinya itu, apakah banyak, sedikir atau tidak ada alias minus karena mati meninggalkan hutang misalnya. Kita baru tahu semua itu kalau sudah terjadi. Tetpai sebelum terjadi, tak seorang pun yang mengetahuinya.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

[ kirim pertanyaan ]

Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: