Bible Original Atau Tidak ? – Pertanyaan : Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. Saya punya teman dekat seorang pria Kristen, kita sering diskusi mengenai banyak hal, salah satunya perbandingan agama. Menurutnya sangat sulit untuk mengembangkan diskusi dengan saya kalau saya mengatakan bahwa Bible sudah tidak original lagi, karena dia tidak memiliki dasar/bahan untuk berdiskusi. Ada dua logika yang dikemukakan mengenai masalah originalitas Bible ini yang membuat saya merasa ada benarnya juga logika teman tersebut: 1. Dia mengatakan kalau benar bahwa Bible sudah palsu, maka saya harus menunjukkan Bible yang asli (kita tidak dapat mengatakan sesuatu palsu, kalau tidak ada yang asli). Saya pernah mendengar mengenai Injil Barnabas yang dekat dengan Akidah Islam. Tapi teman saya ini dapat menunjukkan bahwa Injil baranbas itu ditulis pada abad 14 Masehi. Yang membuat saya kecewa, banyak cendekia muslim yang mengakui kepalsuan injil barnabas tersebut, bertentangn dengan Aqidah Islam . 2. Kita kaum Muslim percaya bahwa nabi Muhammad (pbuh) datang untuk menjelaskan kepalsuan pada kitab sebelumnya (Taurat, Injil, Zabur). Tapi teman saya menanyakan mengapa setelah 3000 tahun (menurut mereka penulisan bible selama itu) dan setelah 25 nabi , baru Muhammad (pbuh) datang. Maksud dia: katakanlah Taurat yang dibawa Musa (pbuh) telah dirubah, kenapa tidak diluruskan oleh nabi yang datang setelah Musa(pbuh) atau bahkan nabi Muhammad (pbuh) sendiri yang datang untuk meluruskannya saat itu setelah itu. Hal itu seolah-olah membuat Allah sengaja membiarkan kaum manusia tersesat selama itu. Mohon bantuan dan penjelasannya. Wassalamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.Adnan

Konsultasi Aqidah : Jawaban:

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d

1. Kelihatannya teman dekat Anda itu lumayan pintar silat lidah juga pandai main logika-logikaan. Tapi sayangnya, meski sekilas kelihatan masuk akal, tapi dalam tataran kenyataan, justru sangat lemah. Justru ada banyaknya versi bible itu sangat jelas menunjukkan adanya kepalsuan. Memang kita tidak tahu yang mana yang asli, tapi logika sederhananya, sebuah kitab suci yang merupakan firman dan perkataan Tuhan haruslah jelas dan pasti keberadaannya.

Sedangkan dengan adanya ribuan versi yang antara satu sama lain berbeda, jelas-jelas menunjukkan adanya kepalsuan. Sebagai contoh, untuk membuktikan adanya kepalsuan, tidak harus menunjukkan mana yang asli, tapi bila ada sekian banyak versi, maka bisa dipastikan ada kepalsuan pada semuanya kecuali satu atau malah semuanya palsu.

Karena, ketika Tuhan berfirman, pastilah Dia menggunakan satu bahasa, yaitu bahasa yang digunakan oleh nabi yang menerima firman itu. Nah, tolong berikan kepada kami perkataan Tuhan yang asli yaitu yang menggunakan bahasa aslinya. Bukan versi terjemahan yang sangat bisa dipastikan mengalami bias makna yang jauh. Dan tolong buktikan bahwa apa yang tertulis itu memang bisa dipastikan secara ilmiah adalah tulisan yang dituliskan dimasa diturunkannya perkataan itu. Dan bukan sekedar catatan para pengikut nabi Isa.

Kalau Al-Quran, semuanya masih berbahasa arab, bahasa asli ketika firman itu diturukan 1400-an tahun yang lalu. Semua umat Islam di dunia ini hanya punya satu Al-Quran Al-Karim dan semuanya membaca tiap ayatnya yang tidak ada perbedaan sedikitpun. Jangankan satu surat hilang, satu huruf hilang pun pasti segera diketahui, karena firman ini dihafal luar kepada oleh berjuta manusia dari beragam ras, bangsa dan peradaban. Walau pun ada Al-Quran Al-Karim yang diterjemahkan, namun terjemahan pada hakikatnya bukanlah Al-Quran itu sendiri, karena terjemahan itu sangat mungkin berbeda, salah atau melenceng dari bahasa aslinya. Yang merupakan Al-Quran Al-Karim adalah yang masih dalam bahasa aslinya.

Dan kita tidak pernah mengenal Al-Quran versi Abu Bakar, Al-Quran versi Umar, Al-Quran versi Ustman atau Al-Quran versi Ali. Karena Al-Quran Al-Karim hanya ada satu saja. Dan apa yang dibaca oleh mereka adalah apa yang kita baca sekarang ini, tidak kurang dan tidak lebih. Bagaimana dengan bible mereka? Pernahkah mereka membaca dalam versi bahsa asli yang turun kepada nabi Isa ? Pasti belum. Dan ketahuilah, selama mereka tidak membaca dalam versi bahasa aslinya, selama itulah mereka hanya punya versi palsunya. Jelas ?

2. Siapa bilang tidak pernah ada nabi yang meluruskan penyelewengan kaum yahudi ? Siapa bilang tidak ada nabi yang mengembalikan keaslian kitab suci yang yahudi palsukan ?

Sungguh tak terhitung jumlah para nabi dari bani Israil yang hidup setelah Musa yang ditugaskan Allah untuk meluruskan penyelewengan dan pemalsuan. Bahkan para nabi itu banyak yang hidup dalam satu masa bersama. Mata rantai para nabi itu tidak pernah terputus, apalagi buat bani israil / yahudi.
Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan. (QS. Faathir : 34)

Tapi semua nabi itu selalu diingkari, dicemoooh, dilawan bahkan dibunuh.

… Lalu ditimpahkanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi tanpa kebenaran. Demikian itu karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.(QS. Al-Baqarah : 61)

Itulah yang dilakukan yahudi kepada para nabi yang datang untuk mengingatkan mereka, didustai dan dibunuh. Jelas bahwa Allah SWT tidak meninggalkan suatu kaum dalam kesesatan.

”Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatanpun, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: “Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya”. (QS. Saba` : 34)

Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepada kamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu ketika terputus rasul-rasul agar kamu tidak mengatakan: “Tidak ada datang kepada kami baik seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan”. Sesungguhnya telah datang kepadamu pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. AL-Maidah : 19)

Memang diantara para nabi sesuah Musa itu ada yang datang khusus dengan kitab suci yang baru, namun sebagian besarnya tidak membawa kitab suci dan syariat yang baru. Mereka mendapat wahyu dari Allah tapi diwajibkan untuk menegakkan Taurat yang diturunkan kepada Musa as.

Adapun Nabi Muhammad datang setelah jeda waktu sekitar 600-an tahun pasca kelahiran Nabi Isa. Nabi Isa datang dengan sebuah kitab suci dan syariat tersendiri untuk memperbaharui kitab suci dan syariat yang ada sebelumnya. Sampai masa 600 tahun kemudian, masih ada sisa-sisa pengikut Isa as yang masih konsekuen dengan kitab suci dan syariat Isa as. Salah satunya adalah raja Najasyi yang berkuasa di negeri Habasyah (kini Etiophia), beliau menyatakan beriman kepada Rasulullah SAW begitu mendengar informasi kenabiannya. Hal itu karena beliau masih berpegang teguh dengan Injil yang turun kepada Nabi Isa. Dimana di dalam injil itu jelas-jelas disebutkan ciri Rasulullah SAW dan kewajiban umat manusia untuk masuk ke Islam bila nabi itu nanti muncul.

Begitu juga dengan pendeta Bahira yang pernah betemu Rasulullah SAW saat masih kecil ikut pamannya Abu Thalib berdagang ke negeri Syam. Saat itu Bahira melihat ciri-ciri kenabian yang ada pada diri Muhammad SAW sebagaimana yang dibacanya dalam Injil.

Kedatangan Rasulullah SAW adalah untuk menghapus berlakuknya semua kitab suci yang turun dan membawa syariat terbaru dan terakhir yang berlaku untuk semua umat dari semua semua nabi. Bahkan untuk pemeluk agama ardhi yang tidak kenal konsep nabi. Termasuk untuk kalangan atheis yang tidak kenal tuhan. Semua manusia wajib bernabi kepada Rasulullah SAW dan berkitab suci kepada Al-Quran Al-Karim.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

[ kirim pertanyaan ]

Leave a Reply

%d bloggers like this: