Wasiatkah Ini? – Pertanyaan : Assalamu‘alaikum ustadz. Bulan Juni 2002 yll, ibu saya telah menulis surat yang isinya tentang himbauan beliau untuk menjual rumah yang saat ini dihuninya bila beliau meninggal dunia. Alhamdulillah hingga saat ini beliau masih sehat wal ‘afiat. Beliau menghendaki surat tersebut ditandatangani oleh seluruh putra putrinya. Pertanyaan saya adalah: 1. Apakah ini bisa dikategorikan surat wasiat, bila merujuk pada QS.2: 180-182? 2. Sebetulnya, bapak telah tiada pd th.1991, dan hingga kini belum ditunaikan pembagian warisnya (tmsk rumah tersebut) merujuk pada QS.4: 11, 12. Bagaimanakah status surat wasiat tadi? Mohon penjelasannya ustadz. Wassalaamu‘alaikumSusmono

Konsultasi Masalah Umum : Jawaban:

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Washiyat menurut para ulama adalah perintah untuk mengelola sesuatu setelah kematiannya atau menghibahkan harta setelah kematiannya( Ar-Raudhul Murbi’ 2/124)
Oleh karena itu, segala permintaan dari seseorang -selama tidak bertentangan dengan syara- yang masih hidup untuk dilaksanakan setelah kematiannya bisa dikategorikan sebagai washiyat.

Oleh karena itu, apa yang dilakukan oleh ibu saudara adalah merupakan washiyat yang harus dilaksanakan oleh anak-anaknya ketika ia telah meninggal. Hanya saja, agar washiyat tersebut dapat bernilai ibadah bagi yang memberikannya, hendaklah dalam isinya disebutkan hal-hal yang bernilai ibadah seperti adanya permintaan darinya untuk mewakafkan sebahagian hartanya dan lain-lain.

Agar tidak terjadi pertentangan antara washiyat tersebut dengan pembagian waris, maka sebelum anda menyetujui untuk menanada-tangani surat tersebut, mintalah kepada beliau untuk membuka waris terlebih dahulu, sehingga bisa diketahu kedudukan rumah tersebut milik siapa. Dan jika sudah jelas kedudukannya, bahwa rumah tersebut memang menjadi hak ibu, baik berdasarkan pembagian waris langsung atau memang karena semua anaknya menyerahkan kepemilikannya kepada ibu mereka (ini terjadi jika bagian ibu sedikit karena harta yang ditinggalkan memang demikian) maka washiyat tersebut mejadi kewajiban yang harus dilaksanakan oleh anak-anaknya.

Mungkin yang harus diperjelas adalah apa motivasi ibu ingin menjual rumah tersebut. Jika memang untuk dihibahkan hasil penjualannya maka hal tersebut sah-sah saja. Demikian juga jika yang menjadai alasannya adalah supaya lebih mempermudah pembagian waris, maka hal tersebut justeru juga bisa diterima karena mungkina menurut beliau jika rumah tersebut dipetak-petak justeru tidak baik dan akan menimbulkan persengketaan.

Wallahu a‘lam bishshowab.
Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Leave a Reply

%d bloggers like this: