Hukumnya Salaman Dan Kultum/tausiah Setelah Salam – Pertanyaan : Assalaamu ‘alaikum Ba’da Sholawat wa tahmid, para asatidz yang dirahmati Alloh SWT, di masjid kami di kantor telah menjadi adat utk bersalaman langsung setelah salam, lalu diikuti oleh pembacaan hadits atau kultum. Bagaimana hukumnya kebiasaan tersebut? Sebab jika dilihat dari tuntunan rasul setelah sholat itu kan wirid/dzikir dulu. Kalo kultum dilakukan setelah wirid, jamaah keburu keluar. Jazaakumulloh atas jawabannya. Fachrudin

Konsultasi Ibadah :Jawaban:

Assalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh,

Al-hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Ala Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa Aalihi Wa Ashhabihi Wa Man Tabi`ahu Bi Ihsanin Ilaa Yaumiddin, Wa Ba`d,

Bersalaman antara kaum muslimin merupakan suatu ibadah yang dianjurkan oleh agama, bahkan hal tersebut dipraktekan sendiri oleh baginda Rasulullah SAW ketika beliau bertemu dengan para sahabatnya beliau tidak pernah ketinggalan untuk menyalami mereka.

Dan suatu riwayat dijelaskan bahawa Tholhah bin Ubaidillah berdiri dari suatu halaqoh (kumpulan) bersama Nabi SAW ketika sedang berada di masjid menuju ke arah Ubay bin Ka’ab RA ketika turun ayat yang menjelaskan tentang diterimanya taubat beliau oleh Alloh SWT dan Tholhah menyalaminya serta mengucapakan selamat padanya dengan berita gembira tersebut (HR. Bukhori 4418, Muslim 2769)

Dari Al-Baro RA ia berkata: Rasulullah SAW telah bersabda: “Tidak ada dua orang muslim yang bertemu dan saling bersalaman melainkan keduanya akan diampuni sebeluam keduanya berpisah” (HR Abu Daud 5201)

Dari Busyair bin Ka’ab Al-‘Adwi dari seorang laki-laki dari Anazah bahwasanya ia pernah bertanya kepada Abi Dzar RA ketika beliau keluar dari negeri Syam: “Aku ingin bertanya padamu tentang suatu hadis dari hadis Rasulullah SAW “ Abu Dazr berkata: “Kalau begitu aku akan memberitahukannya padamu, kecuali jika seuatu yang bersifat rahasia” aku berkata: “Ini bukan suatu rahasia, apakah Rasulullah SAW pernah menyami kalian jika kalian bertemu dengan beliau?” Abu Dzar berkata: “Tidak pernah sekali pun aku bertemu padanya melainkan beliau selalu menyalamiku, dan beliau pernah mengutus seseorang untuk menemuiku tetapi aku tidak berada di rumah. Setelah akau datang, aku diberitahu bahwa Rasulullah SAW ingin menemuiku, maka akau mendatangi beliau ketika sedang berada di atas tempat tidurnya, kemudian ia memelukku, Dan hal tersebut lebih baik-lebih baik (dari sekedar bersalaman dalam hal menumbukan rasa cinta dan persaudaraan) (HR Abu Daud 5203)

Oleh karena itu disunahkan untuk bersalaman ketika kita bertemu dengan saudar kita di masjid atau ketika sudah berada dalam shof sholat. Dana apabila kita tidak sempat bersalaman sebelum sholat, maka kita disunahkan untuk melakukan setelahnya. Hanya saja pelaksanaan bersalaman setelah sholat dilakukan setelah membaca dzikir-dzikir ba’da sholat.

Oleh karena itu, apa yang dilakukan oleh sebagian besar kaum muslimin yang biasa bersalaman langsung setelah mengucapkan salam ketika sholat fardhu, merupakan suatu amalan yang tidak berlandaskan dalil. Oleh karena itu selayaknya amalan itu tidak dilakukan, karena yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW setelah salam adalah membaca dzikir-dzikir sebagaimana yang diajarkan oleh beliau.

Sedangkan bersalaman setelah sholat sunah maka diperbolehkan melakukannya setelah salam jika sebelumnya kita tidak sempat melakukannya. Tetapi jika kita telah bersalaman sebelumnya maka hal tersebut sudah cukup.

Persoalan selanjutnya adalah bagaimana hukum kultum setelah selesai sholat ?, baik yang diisi dengan pembacaan hadis maupun ceramah. Permasalah ini perlu dicermati terlebih dahulu. Jika hal tersebut dilakukan karena ada anggapan memiliki fadhilah sendiri serta dilakukan terus menerus, maka hal tersebut perlu ditinggalkan karena bisa dianggap menambah-nambah sesuatu yang tidak dicontohkan.

Tetapi jika hal tersebut terjadi karena masalah waktu dan tidak dilakukan terus menerus, maka hal tersebut sah-sah saja. Dan akan lebih utama jika hal tersebut dilakukan setelah orang selesai wirid, karena akan membantu para jama’ah untuk lebih khusyu dalam melakukan wirid tersebut.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,

Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

Beri Nilai Artikel Ini:

Istilah Percarian:
hukum mendengarkan kultum setelah sholat subuh, kultum setelah sholat fardhu, mana yg lebih utama mendengarkan kultum subuh apa zikir, pembacaan kultum sesudah shala

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: