Risih Dengan Penggunaan Istilah Jamaah Islamiyah – Pertanyaan : Assalamu’alaikum.. Ustadz, saya adalah salah seorang yang cukup risih dengan penggunaan istilah “Jamaah Islamiyah” oleh polisi, aparat, pemerintah, dan negara lain dalam mengidentifikasi teroris. Istilah tersebut bagi saya adalah istilah yang “sakral” dalam ajaran Islam, dan pantang digunakan sembarangan oleh organisasi/jamaah manapun. Karena dengan menggunakan terminologi tersebut, berarti sudah mengklaim mewakili Islam secara keseluruhan dan memiliki seorang imam yang diikuti oleh seluruh kaum muslimin. Saya sebenarnya punya usul agar ustadz di sini bersama ulama-ulama lainnya di Indonesia (kalau perlu di seluruh dunia) agar membuat kesepakatan bersama atas penggunaan istilah tersebut. Maksudnya, bisakah kita mensepakati bersama bahwa kita tidak mengakui organisasi yang menyebut dirinya “jamaah islamiyah” sebagai bagian dari (organisasi-organisasi) Islam. Artinya, kita juga perlu memberikan masukan kepada aparat kepolisian dan negara agar menggunakan istilah lain dalam menyebut sang teroris tersebut, misalnya Gerakan Pengacau, Gerakan Teroris, atau apa saja yang penting tidak menggunakan terminologi Islam. Selain itu perlu diadakannya pembersihan “nama baik” istilah “Jamaah Islamiyah” ini. Istilah tersebut harus dikembalikan “kesakralannya”. Istilah ini harus dikembalikan ke dalam makna yang sebenarnya, dan seluruh dunia perlu mengetahuinya. Kira-kira bagaimana pendapat ustadz mengenai usulan saya ini? Jazakumullah khair. Wassalamu’alaikumMuhandis064

Konsultasi Sosial Politik :Jawaban:

Assalamu `alaikum Wr. Wb.

Umat Islam di Indonesia sekarang sudah jauh lebih cerdasa dari masa sebelumnya. Barangkali setelah bertahun-tahun dibodohi oleh penjajah, rezim ORLA dan rezim ORBA, maka konspirasi jahat international yang dimotori yahudi dengan memblow-up opini tentang Islam dan terorisme sudah bukan lagi hal yang bisa mengecoh.

Meski para tokoh kaki tangannya berusaha sekuat tenaga mendorong opini ke arah pengkambing hitaman kelompok muslim dengan selalu menyebut-nyebut Jamaah Islamiyah, namun kita juga bergembira ternyata kalangan tokoh muslim sepakat bahwa semua ini hanya rekayasa negara adidaya dalam mengucilkan Islam dan nama baiknya.

Penggunaan nama Jamaah Islamiyah sebagai upaya mencoreng Islam pun sangat kentara sekali direkayasa. Semua fakta dan data menunjukkan bahwa nama itu sebagai sebuah institusi atau lembaga tidak pernah ada. Yang ada hanya rekayasa buatan inteljen international bekerjasama dengan antek-antek penjajah di dalam negeri yang berkolaborasi dengan sebagain media massa untuk terus membentuk opini yang menyesatkan dan merugikan umat Islam.

Padahal kalau kita perhatikan, hampir semua peledakan bom dan aksi terorisme di dunia ini ujung-ujungnya sampai kepada para agen inteljen negara adidaya juga. Hanya saja mereka meminjam tangan-tangan orang lugu untuk menjalankan makarnya, lalu ketika bom meledak, maka orang-orang lugu itu yang ditangkap dan diminta untuk bernyanyi tentang jamaah islamiyah.

Sebenarnya sandiwara ini sama sekai tidak menarik, karena kesan dibuat-buatnya sangat kentara. Dan penonton bukan anak TK yang mudah dibodohi. Apalagi masyarakat muslim Indonesia, terlalu naif kalau beranggapan bahwa dengan memblow-up dan menyudutkan jamaah islamiyah, lalu opini yang berkembang akan menyalahkan Islam. Justru yang terjadi sebaliknya, masyarakat makin cerdas dan paham, siapa yang ada di balik semua peristiwa itu. Tidak lain ada kehendak yahudi yang mencengkramkan kuku dan taringnya di negeri ini. Karena mereka tahu bahwa Islam di negeri ini sangat besar pemeluknya dan merupakan negeri yang paling potensial untuk menegakkan syariat Islam di masa mendatang.

Sangat boleh jadi kebangkitan Islam dimulai disini. Setelah kejenuhan melanda timur tengah dan geliat kesadaran Islam di barat terbentengi oleh hingar bingar kekuatan yahudi, negeri ini adalah sebuah ladang persemaian yang paling subur untuk sebuah shahwah islamiyah (kebangkitan Islam) yang dinantikan. Paling tidak semenjak runtuhnya khilafah Islam terakhir di Turki. Meski selama ini kurang dikenal di dunia Islam, namun banyak ahli yang meramalkan bahwa negeri ini paling potensial dan belum pernah mendapat giliran memimpin dunia Islam. Jaziah arabia, Asia, Afrika dan Eropa pernah menjadi pusat pemerintah / khilafah Islamiyah, namun wilayah Asia Tenggara ini memang belum pernah mendapat giliran berkuasa. Apa salahnya kalau di abad 21, wilayah ini menjadi pemimpin kebangkitan Islam yang dijanjikan itu.

Kalau umat Islam tidak percaya, maka yahudi di seluruh dunia sudah sangat yakin bahwa kebangiktan Islam itu pasti terjadi. Dan bahwa mereka akan dikalahkan oleh tentara Muhammad. Karna itu, dimana pun terdengar ada gejolak kebangkitan Islam, harus segera dihancurkan dengan cara apapun termasuk membentuk opini bahwa Islam adalah teroris. Kalau perlu, meledakkan bom atau menabrakkan pesawat ke WTC bukan hal mustahil. Intinya, opini dunia bisa terbentuk bahwa Islam itu teroris sehingga harus dibasmi dimanapun dan kapanpun.

Wallahu a`lam bis-shawab.

Wassalamu `alaikum Wr. Wb.

Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: