Beda Jin Dengan Syetan – Pertanyaan : assalamualaikum wr.wb begini ustadz, saya ditanya oleh seoreang teman yang kebetulan nasrani tentang apa bedanya jin dengan syetan, tapi karena ilmu saya kurang akhirnya pertanyaan itu saya pending, untuk itu saya mau tanya apa beda jin dg syetan tersebut… jazakumulloh khoiron katsiron atas jawabannya wassalamualaikum wr.wbAhmad

Konsultasi Masalah Umum :Jawaban:

Assalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh,

Al-hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Ala Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa Aalihi Wa Ashhabihi Wa Man Tabi`ahu Bi Ihsanin Ilaa Yaumiddin, Wa Ba`d,

Jin adalah makhluk Allah yang diciptakan dari api sebelum penciptaan manusia. Mereka termasuk makhluk mukallaf, memerlukan makanan dan minuman serta menikah.

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan Kami telah menciptakan jin sebelumnya dari api yang sangat panas.” (Al-Hijr: 27-28)

“Dan Dia menciptakan jin dari nyala api.” (QS. Ar-Rahman: 15)

Rasulullah SAW bersabda: “Malaikat diciptakan dari cahaya, Jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari apa-apa yang telah dijelaskan kepada kalian” (HR Muslim 4/2294)

Sedangkan kata “syaithan” dalam bahasa arab menununjukan dua pengertian. Pengertian pertama adalah sifat yang menunjukkan adanya pembangkangan atau ketidakpatuhan. Pengertian kedua adalah Jin yang memiliki sifat pembangkanan dan ketidakpatuhan terhadap aturan dan perintah Allah SWT. Dan dalam tempat lain dalam Al-Qur’an disebut dengan nama iblis yang dalam bahasa Arab berarti: yang tidak ada kebaikan padanya, atau berputus asa. (‘Alamul Jin Was-Syaithon karya Dr. Umar Sulaiman Al-Asyqor hal 20)

“Dan ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam , maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti bagi orang-orang yang zalim” (QS. Al-Kahfi : 50)

“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman” (QS. Al-A’rof: 27)

“Dan Kami telah tundukkan segolongan syaitan-syaitan yang menyelam untuknya (Nabi Sulaiman) dan mengerjakan pekerjaan selain daripada itu, dan adalah Kami memelihara mereka itu” (QS. Al-Anbiya: 82)

“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. Al-Isro: 27)

Manusia yang memiliki sifat dan karekter seperti syetan serta mengikuti jejak langkah syetan, dalam Al-Qur’an disebut dengan panggilan syetan juga, karena masing-masing memiliki kesamaan dalam hal ketidakpatuhan dan pembangkangan terhadap aturan-aturan dan perintah-perintah Allah..

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan manusia dan jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu . Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan” (QS. AL-An’am: 112)

“Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman”. Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka , mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok.” (QS. Al-Baqoroh : 14)

Zamakhsyari dalam tafsirnya memberi komentar: “Syayaatinihim” adalah orang-orang yang menyerupai syetan daalam hal pembangkangan mereka (terhadap perintah-perintah Allah”. (Tafsir Al-Kasyaaf I/184)

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,

Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

Introduce

Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: