Talak Satu Mau Balik – Pertanyaan : Assalaamu ‘alaykum, Pak Ustadz saya mau bertanya bolehkah seorang yang sudah bercerai talak satu untuk nikah kembali sebelum atau sesudah masa iddahnya…?Adi

Konsultasi Nikah :Jawaban:

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Suami yang menceraikan isterinya dengan talak raj’i atau di bawah tiga kali dibolehkan untuk kembali rujuk kepada isterinya tersebut. Bahkan jika rujuk tersebut dapat mendatangkan kemaslahatan bagi keduanya serta anak-anak mereka, maka rujuk tersebut disunnahkan.

Akan tetapi ada perbedaan antara rujuk ketika masih dalam masa ‘iddah dan setelah selesai masa ‘iddah. Jika rujuk dilakukan ketika masih dalam masa ‘iddah, maka tidak diperlukan aqad dan mahar baru. Cukup sang suami menyatakan niat rujuknya kepada isterinya.

Alloh SWT berfirman: “Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa ‘iddah itu, jika mereka (para suami) itu menghendaki islah (kebaikan)” (QS. Al-Baqoroh: 228)

Hanya saja para ulama berbeda pendapat tentang perlu tidaknya saksi dalam masalah rujuk dari talak raj’i ketika masih dalam masa ‘iddah.

Fuqoha Malikiyah dan Hanafiyah dan juga pendapat terbaru dari Madzhab Syafi’i menyatakan bahwa disunnahkan adanya saksi ketika akan rujuk. Mereka berpendapat rujuk itu adalah hak suami dan tidak disyaratkan adanya penerimaan dari pihak wanita. Oleh karena itu tidak perlu ada saksi.

Adapun firman Alloh yang menyatakan perlua adanya saksi dalam firman-Nya: “Dan persaksikanlah dengan dua orang yang adil di antara kamu” (QS. Ath-Tholaq: 2) bahwa perintah dalam ayat tersebut bukan suatu kewajiban melainkan hanya sunnah semata. Sebagaimana firman-Nya: “Dan persaksikanlah jika kalian melakukan aqad jual beli” (QS. Al-Baqoroh: 282)

Karena Jumhur ulama sepakat bahwa aqad jual beli tetap sah meskipun tanpa dihadiri oleh saksi. Hanya saja disunahkan adanya saksi sebagai suatu tindakan preventif kalau pada suatu saat nani ada perselisihan tentang aqad tersebut.

Adapun pendapat Imam Syafi dalam qaul qadim dan salah satu pendapat madzhab Imam Ahmad menyatakan bahwa adanya saksi merupakan suatu kewajiban ketika akan melaksanakan rujuk. Hal tersebut sebagaimana yang Alloh jelasjkan dalam surat At-Tholaq ayat 2 di atas.

Jika rujuk dilakukan setelah masa ‘iddah berakhir, maka diperlukan adanya aqad dan mahar yang baru. (mausu’ah fiqhiyyah 22/104-116)

Wallahu a‘lam bishshowab.
Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: