Polemik Berhutang – Pertanyaan : Assalamu’alaikum wr wb, Saya dulu sering/pernah meminjam uang/barang dari teman saya. Saya sudah lupa kepada siapa saya berhutang(sebab waktunya sudah lama, antara 2-6 tahun. Dalam jangka waktu selama itu saya sudah lupa sudah berhutang kepada berapa banyak orang dan berapa jumlahnya. Sangat disayangkan memang saya tidak mempunyai kebiasaan mencatat hutang piutang saya. Ketika saya berpiutang pun saya terkadang lupa untuk menagihnya. Tetapi, untuk urusan piutang insyaAllah saya kalau benar-benar lupa, saya ikhlaskan. Saya punya dua pertanyaan nich, ustadz. Mohon jawabannya 1. Bagaimana caranya saya membayar hutang saya, sedangkan orang-orangnya saya lupa 2. Jika harus membayar dengan infaq/sadaqah berapa yang harus saya bayar(perlu diketahui keuangan saya juga tidak begitu baik) 3. Jikalau saya nanti meninggal, sedangkan saya benar-benar berniat ingin membayar hutang saya jika saya berkecukupan, apakah nanti saya tertahan karena hutang saya ? Jazakallah atas jawabannya Wassalamu’alaikum wr wbAbdullah

Konsultasi Muamalat :Jawaban:

Assalamu `alaikum Wr. Wb.

Hutang-hutang yang Anda lakukan bila Anda sudah lupa kepada siapa Anda berhutang, maka sebaiknya diumumkan saja. Baik melalui lisan mapun dengan tulisan. Kalau Anda ingat di wilayah mana dulu Anda pernah berhutang, maka pengumuman itu disampaikan atua lebih difokuskan di wilayah tersebut. Atau bisa diumumkan di masjid atau tempat umum.

Bila Anda lupa juga atau tidak bisa melokalisir wilayah temapt masyarakat yang Anda berhutang, Anda bisa membuat iklan murah meriah di koran, misalnya iklan baris. Iklan baris ini selain murah, juga memiliki coverage area yang luas, tergantung wilayah pemasaran koran itu. Kalau koran nasional, maka paling tidak ruang lingkupnya se-Indonesia. Kalau koran daerah, maka seluas wilayah daerah itu.

Ide ini menarik karena barangkali belum pernah dilakukan orang. Jadi akan sangat menariuk kalau ada iklan yang isinya kurang lebih demikian,”Kepada orang yang merasa pernah memberi utang kepada saya, harap menghubungi saya nama xxx telp.xxx.atau alamat xxx”.

Iklan ini mungkin akan dibaca oleh mereka yang memberi hutang kepada Anda. Dan kalau dia memang masih menuntut haknya, pastilah dia segera menghubungi Anda.

Disisi lain, orang yang tidak ada kaitannya dengan Anda akan melihat bahwa iklan ini lumayan istimewa. Karena umumnya oran beriklan itu ingin mencari keuntungan duniawi, sedangkan iklan ini justru ingin mendapatkan keuntungan ukhrawi dengan melepaskan uang. Siapa tahu hal ini justru akan member inspirasi kepada orang lain yang kurang lebih memiliki kasus yang sama dengan Anda. Maka Anda akan menjadi contoh teladan bagi orang lain.

Rasulullah SAW bersabda,”Orang yang melakukan sunnah kebaikan (sehingga membuat orang lain ikut mengerjakannya), maka dia mendapatkan ganjaran amalnya dan juga sekaligus ganjaran amal-amal orang yang mengikutinya”.

Wallahu a`lam bis-shawab.

Wassalamu `alaikum Wr. Wb.

Beri Nilai Artikel Ini:

Istilah Percarian:
lupa pernah berhutang

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: