2 Anak atau Banyak Anak?

Saya membaca disalah satu situs, bahwa salah satu Organisasi Islam yang cukup terkenal di Indonesia menyatakan bahwa slogan “Banyak Anak Banyak Rezeki” sudah tidak relevan dalam kehidupan modern saat ini.

Sejak zaman presiden Soeharto, KB memang menjadi prioritas utama dari program pemerintah yang memiliki slogan “Cukup 2 Anak”. Kemudian s.d sekarang, program tersebut terus dilanjutkan melalui BKKBN. Tujuannya adalah untuk kesejahteraan keluarga, karena dihitung dengan logika dan akal manusia yang serba terbatas ini, bahwa jika suatu angka rupiah diambil untuk 2 anak, akan lebih banyak bagiannya bila dibagi ke sepuluh anak. Sedangkan Allah menetapkan bahwa bersedekah 1 kali saja, bisa berbalas 10 kali lipat bahkan lebih. Suatu hal yang bertentangan dengan akal dan logika manusia. Namun itu kenyataannya, suatu hal ghaib yang hanya bisa diyakini dengan keimanan.

Kemudian, selain daripada itu, seseorangpun pernah berkata kepada saya, saat saya katakan kepadanya, bahwa saya hendak punya anak lagi, padahal anak saya sudah 2. Dia kaget karena istri saya baru saja keguguran anak ke tiga, lalu 3 bulan kemudian sudah mengandung lagi. Dia mengatakan kepada saya bahwa saya harus memikirkan biayanya nanti. Bagaimana nanti sekolahnya, kuliahnya, hingga dia menyinggung bila gaji saya tidaklah cukup untuk anak-anak, karena biaya kuliah nanti lebih mahal dari sekarang. Dia berkata, bila saya komisaris, maka barulah pantas bila hendak beranak banyak.

Saya lihat juga kepada teman2 yang lain, hampir sebagian besar mereka mencukupkan dengan 2 anak saja. Sebenarnya ini bukan perkara rupiah, sebab mereka adalah orang2 yang cukup mampu, namun ini lebih kearah keyakinan, bahwa jika semakin banyak anak, maka biaya semakin besar, baik biaya sekolah maupun biaya sehari-hari, kemudian bagaimana nanti dengan mesa depan anak2 bila anak2nya banyak?

Saya sejak menikah dari tahun 2004 s.d sekarang belum pernah mengikuti KB, minum pil KB, atau yang sejenisnya (saya tidak tahu apa saja jenis2 paket KB). Saya berharap memiliki anak-anak yang banyak, yang mudah2an pada pandai Al-Qur’an, itu adalah cita2 saya sebelum menikah dahulu. Saya masih ingat, dulu ketika belum menikah, saya pernah berkata kepada Rina (istri saya sekarang), bahwa saya ingin banyak anak. Dia berkata, “berapa?”. Saya jawab, “10 (sepuluh)”. Dia tertawa mendengarnya. Bisa dibayangkan, saya memiliki anak 10, kemudian semuanya pandai Al-Qur’an, apalagi hafizh dan hafizhah, betapa bahagianya hati hamba ya Allah. Yang jelas saya tidak mau menahan-nahan, bagaimana Allah memberinya saja. Bila terjadi pembuahan, maka dia (calon anak yang dikandung) adalah amanah dari Allah SWT yang Maha Perkasa, Pencipta langit dan bumi. Anak adalah rezeki, amanah, dan setiap manusia yang lahir didunia ini, sudah ditetapkan sebelum dia lahir, berapa banyak rezekinya, siapa jodohnya dan kapan matinya. Jadi tidak mungkin seseorang mati, kecuali sudah sempurna rezekinya sebagaimana yang sudah Allah tetapkan untuknya. Hal tersebut adalah mudah bagi Allah.

Allah SWT telah berfirman, ” …dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untuk kamu (yaitu anak)” [Al-Baqarah : 187]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Nikahilah perempuan yang penuh cinta (yakni yang mencintai suaminya) dan yang dapat mempunyai anak banyak, karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan sebab (banyaknya) kamu di hadapan umat-umat (yang terdahulu)” [Shahih Riwayat Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Hibban dan Hakim dari jalan Ma’qil bin Yasar].

Subhanallah… Tiada Tuhan Selain Allah, sungguh ya Allah AKU BERSAKSI, Engkaulah yang memberikan rezeki kepada anak2ku dan kepada diriku ini. Bukan aku yang memberi makan kepada anak2ku, Engkaulah ya Allah yang memberi makan anak2ku dan juga kepada diriku ini, yang telah menghidupkan dan kelak akan mematikan kami.

Ya Allah, karuniakanlah kepada hamba, putra putri yang soleh solehah, yang gemar membaca Al-Qur’an, Hafizh dan Hahizhah. Amiin ya Allah ya Rabbal ‘alamin.

Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: