Bolehkah Orang Yang Sudah Menikah Ikut Halaqah ? – Pertanyaan : Assalammualaikum wr.wb Pak ustadz, apakah halaqah itu hanya untuk orang yang belum menikah ? Dimana saya dan suami dapat mengikuti pengajian yang rutin seperti halaqah-halaqah itu? Masalahnya sulit sekali mencari waktu yang tepat, karena kami bekerja dari senin sampai sabtu. Sedangkan pengajian ibu-ibu di daerah saya diadakan hari jumat. Saya inginnya materi pengajian itu bisa meningkatkan kwalitas iman seperti pengajiannya AA Gym. Saya lihat di tempat saya tinggal (daerah perkebunan) budayanya permisif dan masih kurang sekali kegiatan religius yang berkwalitas. Atas saran ustadz saya ucapkan terimakasih.Rafifa

Konsultasi Masalah Umum : Jawaban:

Assalamu `alaikum Wr. Wb.

Halaqah itu bukan monopoli kelompok mahasiswa dan pemuda saja, tetapi semua umur dan semua kalangan. Karena intinya adalah proses ta`lim, takwin dan tanfiz. Ta`lim adalah pengenalan, pengenala dan pembelajaran ajaran Islam. Sedangkan takwin adalah proses pembentukan pribadi muslim, keluarga muslim, masyarakat muslim dan seterusnya. Sedangkan tanfiz adalah bentuk aplikasi dari semua langkah sebelumnya yaitu syariat Islam dalam diri dan masyarakat.

Semua lapisan masyarakat harus melakukan pembelajaran dan pembentukan kepribadian Islami. Karena keduanya merupakan kewajiban yang merupakan fardhu `ain bagi setiap muslim. Yang wajib bukan ikut halaqahnya, tapi belajar Islam dan membentuk diri menjadi muslim sejati. Sedangkan halaqah adalah wasilah atau sarana diantara sekian banyak sarana yang bisa dimanfaatkan untuk itu.

Allah berfirman :

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi orang-orang mu’min, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.” (QS. Muhammad :19).

“Kami tiada mengutus rasul rasul sebelum kamu , melainkan beberapa orang-laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui.” (QS. Al-anbiya` :7) .

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran :104).

“Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu : Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada -Nya orang yang kembali .” (QS. As-Syuraa :13).

Salah satu nilai istimewa sistem halaqah adalah interaksi yang cukup intensif antara murabbi / ustaz dengan para mad`unya / muridnya. Karena sebuah halaqah itu tidak terlalu besar jumlah anggotanya sehingga intensitas tarbiyah bisa lebih efisien dan berkualitas.

Sebuah halaqah bisa saja dibentuk sesama dengan teman sekerja atau sepermainan dan seprofesi. Sehingga bila seusia dan sebaya, maka suasanya akan lebih akrab dan terbuka, karena dimensi berpikirnya lumayan nyambung. Tentu saja sosok murabbinya perlu yang juga menguasai dan memahami kolompok ini, juga keterdesiaan waktu yang cukup luas.

Namun hanya mengandalkan halaqah saja tidak cukup, terutama bila sosk murabbinya / ustaznya belum atau tidak menguasai detail dari ulumul Islam secara mendalam, sehingga mencari ilmu Islam itu tidak terbatas hanya pada halaqah saja, teapi juga dari sistem atau metode lainnya. Seperti kuliah di sebuah ma`had / fakultas keislaman, mengaji kepada ulama / tokoh yang ahli di bidang ilmu-ilmu keislaman tertentu, biak fiqih, hadits, ushul, dan lainnya.

Wallahu a`lam bishshowab. Wassalamu `alaikum Wr. Wb.

Leave a Reply

%d bloggers like this: