Qunut Witir Pada Bulan Ramadhan ? – Pertanyaan : Apakah doa qunut pada waktu witir hanya dilaksanakan pada bulan ramadhan saja ? boleh tidak kita qunut witir bukan pada bulan ramadhan ? Atas jawaban yang diberikan saya ucapkan terima kasih.Hamba Alloh

Konsultasi Ibadah : Jawaban:

Assalamu `alaikum Wr. Wb.

Bismillahirrahmanirrahiem. Alhamdulillahi Rabbil `Alamin. Wash-shalatu Was-Salamu `alaa Sayyidil Mursalin. Wa ba`d,

Qunut yang makna bahasanya adalah doa dan tadharru` adalah salah satu praktek sunnah dalam shalat, namun para fuqoha berbeda pendapat tentang penentuan shalat apa saja yang disunnahkan untuk berqunut.

1. Al-Hanafiyah

Mazhab Al-Hanafiyah mengatakan bahwa disunahkan berqunut hanya pada shalat witir saja. Bahkan Imam Abu Hanifah ra. sendiri mengatakan bahwa qunut dalam shalat witir itu hukumnya wajib.

Mereka mengatakan bahwa qunut pada shalat witir itu dilakukan sebelum ruku`. Dalil yang digunakan adalah hadits riwayat Umar, Ali, Ibnu Ma`ud, Ibnu abbas dan Ubay bin Ka`ab yang mengatakan bahwa qunut Rasulullah SAW itu sebelum ruku`”.

Bentuknya menurut mazhab ini adalah betakbir setelah selesai membaca ayat, mengangkat tangan seperti saat takbiratul ihram kemudian meletakkan di bawah pusatnya lalu mulai membaca doa qunut dan setelah itu barulah melakukan ruku`.

Menurut mazhab ini tidak disunnahkan qunut selain dalam shalat witir, kecuali qunut nazilah dalam shalat jahriyah.

2. Al-Malikiyah

Al-Malikiyah menyunnahkan qunut pada shalat shubuh dan letaknya sebelum ruku`. Mereka tidak menganggap sunnah untuk berqunut pada shalat witir. Dan bentuknya menurut mazhab ini hendaknya secara sirr (tidak dibaca keras). (lihat As-Syarhu As-shaghir 1:331, Asy-syarhu Al-Kabir 1:248 dan Al-Qawanin Al-Fiqhiyah hal. 61)

3. Asy-Syafi`iyyah

Sedang Asy-Syafi`iyyah menyunnahkan qunut pada shalat shubuh. Sedangkan berkaitan dengan shalat witir, maka disunnahkan untuk berqunut pada rakaat terakhir selama paruh kedua bulan ramadhan saja. Dan letaknya sesudah ruku`.

Dalilnya adalah hadits Rasulullah SAW : “Dari Ubay bin Kaab bahwa Rasulullah SAW berqunut pada paruh kedua bulan Ramadhan saat shalat tarawih” HR. Abu Daud dan Al-Baihaqi.

Namun oleh kalangan Al-Hanabilah, hadits ini dianggap ada keteputusan sanadnya.

4. Al-Hanabilah

Al-Hanabilah mengatakan bahwa qunut pada shalat witir itu dilakukan sesudah ruku`. Dalilnya adalah hadits Ibnu Mas`ud ra “bahwa Nabi SAW berqunut sesudah ruku`”. HR. Muslim.

Juga dari Az-Zuhri dari Sa`id dan Abi Salamah dari Abi Hurairah dari Nabi SAW dan dari Anas bahwa Nabi SAW berqunut sesudah ruku`”. Hadits Mutafaq Alaihi

Wallahu A`lam Bish-Showab,

Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

Leave a Reply

%d bloggers like this: