Pemberian Nafkah Pada Istri – Pertanyaan : Assalamualaikum wr wb bagaimana ketentuan pemberian nafkah materi kepada istrì? Suatu Rumah tangga membutuhkan biaya kurang lebih 2 juta rupiah pe bulan untuk kebutuhan primernya , Bila seorang suami berpenghasilan 20 juta rupiah apakah si istri hanya berhak mendapatkan 2 juta saja atau boleh menuntut lebih? Menuntut uang belanja lebih ini dengan alasan kalo hanya pas diberi 2 juta saja si istri tidak bisa menabung, membeli kebutuhan sekundernya , bersedekah,atau membantu keluarganya. 1. Bolehkah istri menuntut uang belanja lebih untuk alasan di atas?kalo boleh seberapa besar 2. bila suami tidak mau menaikkan uang belanja karena uangnya akan dipakai untuk sedekah, dakwah dst apah gugur hak istri untuk berjuang meminta tambahan belanja? 3. Lalu jalan keluar apa yang Islam tawarkan untuk sang istri dalam mencari tambahan bila kondisi tidak memungkinkan istri untuk bekerja Wassalamualaikum wr wbUstri

Konsultasi Keluarga :Jawaban:

Assalamu `alaikum Wr. Wb.

1. Sebenarnya tidak ada aturan baku dalam teknis memberi nafkah dari suami kepada istri. Semua itu harus dilaksanakan berdasarkan kesepakatan antara kedua belah pihak. Yang jelas, seorang istri berhak mendapatkan nafkah baik makanan, pakaian, rumah, kesehatan, pendidikan dan semua kepentingan hidupnya. Tapi berapa nominalnya, jelas tidak ada aturan baku. Atau berapa persen dari penghasilan suami, juga tidak ada aturan yang baku.

Biasanya, setiap pasangan akan bisa dengan sendirinya menimbang mana kebutuhan yang primer dan mana sekunder.

2. Berkaitan dengan sedekah, maka yang berkewajiban untuk bersedekah itu adalah yang memiliki uang, sedangkan yang tidak memiliki tidak wajib bersedekah. Bila sebagai istri, Anda tidak diberikan uang yang lebih dan hanya pas untuk makan saja, maka Anda tidak perlu repot untuk memikirkan sedekah. Biar itu menjadi kewajiban suami.

Sedangkan urusan tambahan belanja, masalah ini sangat subjektif. Setiap orang pasti memiliki standar masing-masing tentang berapa nominal uang belanja yang diperlukan. Dan setiap suami istri pun punya penilaian sendiri-sendiri tentang kelayakan nilai uang belanja itu.

3. Sebaiknya kelebihan uang belanja yang Anda mintakan dari suami Anda itu perlu lebih diperjelas kepada suami Anda. Apakah kelebihan itu sekedar untuk berlebihan atau memang ada kepentingan yang mendasar. Karena umumnya para suami dan istri memiliki penilaian yang berbeda.

Para suami umumnya lumayan cermat dalam mengatur pengeluaran. Bila dirasa tidak terlalu penting, sebaiknya dihemat. Secara naluri, apa yang dilakukan oleh suami berangkat dari rasa tanggung-jawabnya untuk menjamin kelangsungan kehidupan keluarganya. Tapi dalam pandangan istri, sikap seperti itu sering dianggap pelit dan kikir.

Sedangkan para wanita, barangkali berbeda dalam memandang pengeluaran belanja. Naluri untuk belanja bagi para wanita umumnya cenderung lebih kuat dari laki-laki. Sehingga niat dari rumah hanya beli sabun colek, begitu masuk mal belanjaannya jadi 2 trolly. Karena tiba-tiba semua barang yang dilihatnya seolah-olah ada stempelnya ‘SANGAT PENTING UNTUK SEGERA DIBELI SAAT INI JUGA’. Yang tadinya tidak diniatkan untuk dibeli, tiba-tiba jadi ‘VERY VERY URGENT’. Barulah sampai di rumah, kesadarannya kembali, ‘Tadi benda ini dibeli untuk apa ya ?”. Dan bahkan sabun colek yang dirumah pun masih ada.

Dengan konflik ini, bisa jadi ada kecendrungan para wanita untuk bekerja dan cari uang sendiri, sehingga dia bisa bebas membeli apa saja yang dinginkannya, karena MAL dan pusat perbelanjaan sudah menjamur dimana-mana. Semuanya seolah melambai-lambai tangan memanggil para pembeli.

Wallahu a`lam bis-shawab.

Wassalamu `alaikum Wr. Wb.

Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: