Seorang Sahabat, Perlukah? – Pertanyaan : Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Bagaimana sih jika kita ingin menjalin persahabatan dengan seseorang. Apakah kita harus mengungkapkannya seperti yang dicontohkannya Rasulullah? Kalau menurut saya, jika kita menyatakan, “AKhi.. uhibbuka fillah,”, nantinya takut ada ikatan yang membelenggu kita, dan membuat kita tidak bisa bergaul dengan orang lain. Atau kita biarkan saja jalinan pertemanan seperti apa adanya. Karena dengan berjalannya waktu, kita akan mengetahui apakah orang tersebut layak menjadi Sahabat kita. Sukron atas jawabannya. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi WabarakatuhAgung

Konsultasi Masalah Umum : Jawaban:

Assalamu `alaikum Wr. Wb.

Bismillahirrahmanirrahiem. Alhamdulillahi Rabbil `Alamin. Wash-shalatu Was-Salamu `alaa Sayyidil Mursalin. Wa ba`d,
Dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa kita dianjurkan untuk menyampaikan rasa cinta kita terhadap saudara kita seagama dengan ungkapan yang jelas sehingga orang yang kita cinta tersebut merasakan perasaan yang sama terhadap kita, yaitu perasaan ukhuwaah dalam agama.

Dari Anas RA bahwasanya seorang lelaki duduk bersama-sama Rasululloh SAW. Lalu lewatlah seseorang di hadapan mereka. Laki-laki itu berkata : “Wahai Rasululloh, aku sungguh mencintai orang ini”. Kemudian Nabi SAW berkata padanya: “Apakah kamu sudah membritahukan hal tersebut padanya?”. Orang itu berkata : “Belum” Beliau pun menyuruhnya : “Beritahukanlah padanya !”. Kemudian laki-laki tersebut menyusulnya dan berkata: “Aku sungguh mencintaimu Fillahi”. Saudaranya menjawab: “Semoga Alloh mencintaimu yang telah menumbuhkan cintamu padaku karena-Nya” (HR. Abu Daud, dengan sanad shohih).

Bahkan Rasululloh sendiri pun melakukan hal tersebut, agar menjadi tauladan bagi umatnya supaya mereka mengetahu bagaimana mereka membangun dan menciptakan suatu masyarakat yang dipenuhi oleh rasa cinta, kasih sayang dan persaudaraan. Hal tersebut beliau lakukan ketika beliau memegang tangan Mu’adz sambil berkata: “Wahai Mu’adz, Demi Alloh aku sungguh mencintaimu kemudian aku mewasiatkan padamu wahai Mu’adz : Janganlah engkau tinggalkan sehabis engkau melaksanakn sholat untuk berdo’a: “Allohumma A’inni ‘Alaa Dzikrika wa Syukrika wa Husni ‘Ibadatika” (Ya Alloh, bantulah aku untuk senatiasa berdzikir dan bersyukur padamu serta bantulah aku agar dapat beribadah dengan sebaik-baiknya padamu) (HR. Abu Daud, An-Nasa’i dengan sanad shohih).

Pengungkapan rasa cinta dan persaudaraan terhadap seseorang sebagaimana yang dianjurkan oleh Rasululloh SAW tidak berarti hanya orang tersebutlah yang kita cintai sehingga kita menjadi terbelenggu. Ungkapan tersebut bisa anda sampaikan kepada setiap muslim agar terjalin perasaan cinta dan ukhuwwah di antara umat Islam sebagimana yang Alloh firmankan:

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat: 10)
Wallahu A`lam Bish-Showab,

Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

Leave a Reply

%d bloggers like this: