Pertanyaan Ilmu Hadist – Pertanyaan : Assalamualaikum wr wb, Ustadz yang saya hormati dan semoga mendapat taufiq dari Allah SWT. Saya ada pertanyaan berkenaan ilmu hadist yang Insya Allah akan membantu kami dalam lebih memahami dien ini dan juga memudahkan kami dalam berinteraksi dalam dakwah. Pertanyaannya adalah: Mengapa ada hadist shahih di satu kitab tidak ditemui di kitab lainnya. Contoh: “Mengapa ada hadist yang shahih dari Imam Ahmad atau Imam Dawud namun tidak dijumpai di Shahih Bukharie ataupun Muslim. Atau sebaliknya ada di Shahih Bukharie atau Muslim tetapi tidak ditemui di Hadist dari Imam Ahmad dan Imam Dawud.” Pertanyaan ini khusus untuk hadist yang shahih dan tidak dilemahkan oleh salah satu dari ulama ulama hadist tersebut. Demikian Ustadz. Jazakumullah khairan Katsiran. Wassalam, Abu AnasAbu Anas

Konsultasi Masalah Umum : Jawaban:

Assalamu `alaikum Wr. Wb.

Bismillahirrahmanirrahiem. Alhamdulillahi Rabbil `Alamin. Wash-shalatu Was-Salamu `alaa Sayyidil Mursalin. Wa ba`d,

Dalam Ilmu Hadis dikenal dua cabang ilmu utama. Yang pertama Ilmu Riwayah Al-Hadis; Ilmu ini mempelajari tentang bagaimana proses periwayatan hadis dari Rasulullah SAW sampai para imam ahli hadis seperti Imam Bukhori, Imam Muslim, Imam Malik, Imam Abu Daud dan lain-lain. Dengan mempelajari ilmu ini seseorang akan mengetahui bagaimana suatu periwayatan hadis yang disampaikan oleh seorang Imam Hadis, bersambung para perawinya sampai Rasulullah SAW .

Dengan mempelajari ilmu ini kita bisa mengetahui serta memahami adanya sejumlah hadis shohih yang diriwayatkan oleh satu imam tetapi tidak terdapat di kitab-kitab imam yang lainnya sebagimana yang saudara tanyakan. Kenapa? Karena pada umumnya setiap imam hadis memiliki silsilah para perowi sendiri yang berbeda dengan silsilah perawi para ahli hadis yang lainnya.

Banyak sekali hadis yang hanya diriwayatkan oleh seorang ahli hadis yang hanya bersumber dari seorang atau beberapa perawi saja dalam setiap tingkatan periwayatannya. Yang dimaksud dengan tingkatan periwayatan adalah silsilah para perawi hadis mulai dari Rasulullah SAW sebagai sumbernya kemudian para sahabat, kemudian para tabi’iin, kemudian para tabi’ut tabi’iin kemudian para Atba’u tabi’it tabi’in setelah itu para imam hadis (secara umum).

Periwayatan hadis dengan jalan seperti ini disebut sebagai hadis Ahad. Tentunya hadis tersebut hanya diriwayatkan oleh satu beberapa imam saja. Namun ada juga hadis yang diriwayatkan oleh sejumlah orang (jumlahnya banyak sekali) dalam setiap tingkatan perawinya mulai dari para ahli hadis sampai para sahabat yang meriwayatkannya dari Rasulullah SAW . Hadis yang diriwayatkan dengan jalan seperti ini dikenal sebagai hadis Mutawatir. Hadis yang diriwayatkan secara Mutawatir terdapat hampir di setiap kitab imam hadis.

Sedangkan cabang ilmu yang kedua adalah Ilmu Diroyah Al-Hadis; ilmu ini mempelajari dan mengkritisi tentang status atau keadaan sebuah hadis. Dengan ilmu ini seseorang bisa mengetahui apakah hadis itu shohih, hasan dhoif dan lain-laninnya.

Wallahu A`lam Bish-Showab,

Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

Leave a Reply

%d bloggers like this: