Masalah penggunaan kata “Kami/Nahnu” oleh Allah SWT – Pertanyaan : Assalamualaikum wr.wb Saya sering berdiskusi dengan orang-orang nasrani, dan beberapa dari mereka menanyakan kalau Al Quran sering menggunakan kata ganti Kami untuk menggantikan Allah yang berarti Allah terdiri dari lebih dari satu pribadi spt keyakinan mereka. Saya sudah berusaha menjelaskan bahwa untuk memahami hal tersebut perlu memahami Bhs Arab sbg bhs asli Al Quran, namun tidak memuaskan mereka. Mohon diberikan penjelasan sehingga orang awam bisa memahaminya. Mungkin bisa disertai contoh ayatnya (yang mengandung Kami) dan dijelaskan maknanya secara tafsir (bi lughah) maupun tafsir lainnya, sehingga penjelasannya lebih mengena. Syukron jaza khairan jaza atas tanggapannya. Wassalamualaikum wr.wbMA

Konsultasi Aqidah :Jawaban:

Assalamu `alaikum WArahmatullahi WA Barakatuh

Dalam bahasa Arab, dhamir ‘nahnu’ adalah bentuk kata ganti orang pertama dalam bentuk jamak yang berarti kita atau kami. Tapi dalam ilmu nahwu, maknanya bisa saja bukan kami tetapi aku, saya dan lain-lainnya.

Terkadang kita sering terjebak dengan pertanyaan seperti ini. Model pertanyaan seperti ini bisa jadi berangkat dari kepolosan dan keluguan, namun di sisi lain bisa jadi merupakan usaha untuk membodohi umat Islam yang awam dengan bahasa arab dengan menggunakan pertanyaan menjebak ini. Hal ini tidak aneh dan sudah sering dilakukan. Dengan bekal kemampuan bahasa arab seadanya, pertanyaan seperti ini sering dijadikan senjata buat umat Islam yang minim ilmunya.

Tapi bagi mereka yang memahami bahasa Arab sebagai bahasa yang kaya dengan makna dan kandungan seni serta balaghah dan fashohahnya, pertanyaan seperti ini terkesan lucu dan jenaka.

Bagaimana mungkin aqidah Islam yang sangat logis dan kuat itu mau ditumbangkan cuma dengan bekal logika bahasa yang separo-separo.

Dalam ilmu bahasa arab, penggunaan banyak istilah dan kata itu tidak selalu bermakna zahir dan apa adanya. Sedangkan Al-Quran adalah kitab yang penuh dengan muatan nilai sastra tingkat tinggi.

Kata ‘Nahnu` tidak harus bermakna arti banyak, tetapi menunjukkan keagungan Allah SWT. Ini dipelajari dalam ilmu balaghah.

Sebenarnya dalam bahasa Indonesia ada juga penggunaan kata ”Kami” tapi bermakna tunggal. Misalnya seorang kepala sekolah dalam pidato sambutan pesta perpisahan anak sekolah berkata,”Kami sebagai kepala sekolah berpesan . . . “. Padahal yang jadi kepala sekolah hanya dia seorang dan tidak beramai-ramai, tapi dia bilang “Kami”. Lalu apakah kalimat itu menunjukkan bahwa kepala sekolah sebenarnya ada banyak atau hanya satu ?. Kata kami dalam hal ini digunakan sebagai sebuah rasa bahasa dengan tujuan nilai kesopanan. Tapi rasa bahasa ini mungkin tidak bisa dicerap oleh orang asing yang tidak mengerti rasa bahasa Indonesia. Atau mungkin juga karena di barat tidak lazim digunakan kata-kata seperti itu.

Selain kata ‘Nahnu”, ada juga kata ‘antum’ yang sering digunakan untuk menyapa lawan bicara meski hanya satu orang. Padahal makna `antum` adalah kalian (jamak). Secara rasa bahasa, bila kita menyapa lawan bicara kita dengan panggilan ‘antum’, maka ada kesan sopan dan ramah serta penghormatan ketimbang menggunakan sapaan ‘anta’.

Kalau teman diskusi anda yang nasrani itu tidak bisa memahami urusan rasa bahasa ini, harap maklum saja, karena bible mereka memang telah kehilangan rasa bahasa. Bahkan bukan hanya kehilangan rasa bahasa, tapi juga orisinalitas sebuah kitab suci. Karena sudah merupakan terjemahan dari terjemahan yang telah diterjemahkan dari terjemahan sebelumnya. Ada sekian ribu versi bible yang antara satu dan lainnya bukan sekedar tidak sama tapi juga bertolak belakang. Jadi wajar bila Bible mereka itu tidak punya balaghoh, logika, rasa dan gaya bahasa. Jadi ‘hanya’ sebuah tulisan karya manusia yang kering dari nilai sakral.

Kalau berdiskusi dengan muslimin yang memiliki Al-Quran untuk membandingkan antara kedua kitab itu, maka memang sama sekali tidak level. Jadi maaf maaf saja.

Wallahu a`lam bis-shawab. Waassalamu `alaikum Wr. Wb.

Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: