Orderan Dari Perusahaan ROKOK – Pertanyaan : Assalamu’alaikum Wr. Wb. Ust…. Saya mau bertanya, Saya mempunyai usaha Advertising yang bergerak dibidang pembuatan REKLAME (Media promosi yang biasa ada di depan perusaan / dipinggir jalan). Baru-baru ini rekanan bisnis saya menawarkan order pembuatan reklame “ROKOK Marlboro”, kalau memang jadi, nanti dengan jumlah yang besar, sekitar ada di 35 tempat. Padahal keuntungan di satu tempat bisa mencapai Rp. 10.000.000,- (Sepuluh juta rupiah), Terus terang Ust… nilai sebesar itu belum pernah saya dapatkan. Ust… benar-benar saat ini saya lagi bingung, Bagaimana menurut Ust… sikap saya…? Terima kasih sebelumnya atas jawabannya, (Maaf kalau bisa saya ingin mendapatkan jawaban secepatnya, karena rekanan saya menunggu kepastiaan dari saya) Jazakalloh khoiron katsiiro…… Wassalamu’laikum Wr. Wb.Abu Umar

Konsultasi Muamalat : Jawaban:

Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh
Alhamdulillah, Washshalatu wassalamu `ala Rasulillah, wa ba’d.

Mengiklankan rokok itu hukumnya seusai dengan hukum rokok. Bila rokok itu dihukumi haram, maka segala yang terkait dengan aktifitas perjalanan sebatang rokok pun haram. Termasuk produksi, pengepakan, pengangkutan, distribusi sosialisasi pun haram juga. Sebab hukum Islam tidak mengenal ketidak-konsistenan. Tidak mungkin suatu hal diharamkan, tetapi hal-hal yang menuju kepada sesuatu itu tidak diharamkan.

Berbeda dengan hukum positif buatan manusia, seringkali terjadi ketidak-konsistenan. Rokok dianggap berbahaya dan merusak kesehatan, teapi tetap dizinkan berproduksi karena mendatangkan devisa. Ini adalah bukti sederhana betapa rapuhnya sistem peraturan buatan manusia.

Di dalam syarit Islam, ketika Allah SWT mengharamkan zina, maka segala jalan menuju zina hukumnya ikut haram. Ketika Allah SWT mengharamkan judi, maka semua jalan menuju perjudian pun ikut haram. Dan ketika Allah SWT mengharamkan khamar, maka semua aktifitas yang bisa membuat orang meminumnya menjadi haram juga hukumnya.

Masalahnya tinggal bagaimanakah seseorang memandang hukum rokok itu. Apakah rokok dalam pandangannya haram ataukah makruh ? Atau mungkin mubah bahkan sunnah ?

Untuk itu perlu sebuah kajian fiqih yang mendalam dan mencakup semua aspek kehidupan. Bukan semata-mata dilihat dari nash yang zhahir saja, tapi harus juga dicermati hakikat rokok, bayahanya bagi kesehatan dan juga dampak-dampak negatif yang akan ditimbulkannya.

Dunia kedokteran di belahan dunia manapun sepakat mengatakan bahwa setiap batang rokok mengandung tidak kurang dari 4.000 unsur kimia yang umumnya berbahaya dan beracun. Fakta-fakta ini akan semakin panjang kalau kita telusuri terus. Sehingga lepas dari masalah perbedaan pendapat tentang hukum rokok, yang jelas semua mengarah kepada bahaya rokok pada tingkat yang sudah mengkhawatirkan.

Maka sebagai muslim yang masih punya nilai fitrah, ada biaknya bila Anda berupaya tetap konsisten dengan larangan-larangan yang punya landasan kuat ini. Bukankah rezeki itu harus didapat dengan cara yang halal dan jauh dari syubhat ? Dan rezeki yang halal itu lah yang akan memberikan keberkahan dalam hidup kita. Apalagi mengingat bahwa rezeki itu juga akan dinikmati oleh anak istri kita juga. Tegakah Anda memberikan mereka makanan yang didapat dari harta yang kurang jelas hukumnya ?

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

[ kirim pertanyaan ]

Leave a Reply

%d bloggers like this: