Bayar Zakat Fitrah Ke Dukun Bayi – Pertanyaan : Assalamu‘alaikum wr wb Ba‘da Tahmid Wa shalawat Pak Ustadz yang dirahmati oleh Allah swt, saya ada sebuah pertanyaan mengenai fenomena dikampung saya (Pemalang-JaTeng). Begini ceritanya Pak Ustadz…dibulan Ramadhan umat Islam kan diperintahkan untuk mengeluarkan zakat fitrah…terus karena kampung saya cukup jauh dari kota, sebagian besar penduduknya menggunakan jasa seorang “dukun bayi” dalam membantu persalinan. Nah kebayakan dari mereka (penduduk) ketika berzakat fitrah diberikan langsung ke DUKUN BAYI tersebut (tidak melalui panitia zakat yang telah dibentuk), padahal yang berhak menerima zakat bukan hanya sidukun bayi saja….dan dgn demikian hasil dari zakat tersebut akan menumpuk di si dukun bayi itu (tidak merata pendistribusiannya), yang ingin saya tayakan: 1. Benar atau salah kejadian tersebut diatas? 2. Apakah prosedur zakat itu Si Muzaki harus menyerahkan ke panitia? Atas jawabannya saya sangat berterima kasih. Wassalamu‘alaikum wr wbIdris 4/5 (1)
4/51

Konsultasi Zakat :Jawaban:

Daftar mereka yang berhak mendapatkan zakat fitrah tidak lain adalah merka yang berhak mendapat zakat malm yaitu 8 ashnaf yang disebutkan dalam surat At-Taubah ayat 60 yaitu:
1- Fakir
2- Miskin
3- Amil
4- Muallaf
5- Riqab
6- Orang yang berhutang
7- Fi Sabilillah
8- Ibnu Sabil

Jadi perlu dilihat terlebih dahulu, termasuk kelompok yang manakah si ‘dukun bayi’ itu? Apakah termasuk fakir miskin atau kelompok yang mana? Dengan penentuan kriteria sesuai dengan kelompok di atas, maka dukun bayi itu baru berhak menerima zakat.

Dibentuknya panitia zakat fitrah tujuannya adalah untuk mengumpulkan zakat sekaligus menentukan siapa-siapa yang masuk dalam kategori 8 ashnaf itu. Jadi sebaiknya bila membayar zakat, gunakan jasa amil zakat yangprofesional dimana di dalamnya bukan sekedar kumpulan petugas pelaksana, namun ada juga para ahli syariat yang akan menentukan kriteria penerima zakat sekalian dengan sekala priorotasnya.

Sebaliknya bila diberikan secara sendiri-sendiri, maka bisa jadi kasus dukun bayi menerima banyak zakat sekaligus dapat terjadi. Padahal kepanitiaan zakat itu dibentuk salah satunya adalah untuk menghindari dana-dana yang kurang mengena. Panitia bisa saja setelah melakukan banyak pertimbangan memutuskan untuk memberikan porsi lebih besar pada orang tertentu atau kelompok tertentu dengan pertimbangan yang matang. Disitulah sebenarnya peran panitia zakat.

Di zaman dahulu panitia zakat ini memang benar-benar efisien dalam bekerja sehingga mampu mengangkat kemiskinan seperti di zaman Umar bin Abdul Aziz dan lainnya.

Bahkan secara syar‘i kerja para panitia ini memang didukung dengan diberikannya mereka sebagian hak harta zakat itu. Ini untuk menunjang kinerja panitia agar lebih produktif dan profesional.

Wallahu a‘lam bis-shawab.

Beri Nilai Artikel Ini:

Istilah Percarian:
fitrah ke dukun bayi, Berzakat pd dukun beranaknya ??, zakat kepada dukun bayi, zakat ke dukun bayi, memberikan zakat fitrah kepada dukun bayi, hukum zakat fitrah ke dukun, bayar zakat ke dukun bayi boleh gk nu, dukun bayi berhak menerima zakat atau tidak, contoh skripsi zakat fitrah kepada dukun bayi, bolehkah zakat fitrah ke dukun bayi, bolehkah zakat balita di berikan ke dukun bayi, zakat titrah untuk dukun bayi

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: