1. Fadhail Amal

A. Fadhail

Fadhail Iman

Fadhail Ibadah

Fadhail Shalat

Fadhail Zakat

Fadhail Puasa

Fadhail Haji Dan Umrah

Fadhail Jihad

Fadhail Zikir

Fadhail Doa

Fadhail Muamalat

Fadhail Pergaulan

Fadhail Akhlak

Fadhail Al Quran Karim

Fadhail Nabi SAW

Fadhail Sahabat Nabi.

1. Fadhail Amal

Dalam bab ini penulis akan mengetengahkan sebagian ayat-ayat Al Qur’an dan hadist shahih tentang fadhail amal yang mendekat diri kepada Allah, sebagai pendorong (agar seseorang) giat beramal, memperbanyak amal shaleh, berlomba-lomba dalam beramal dan merasakan nikmatnya beramal.

Penjelasan tentang keutamaan suatu amal akan membangkitkan semangat serta kerinduan untuk beramal, dapat menciptakan kekutan rohani dan jasmani, mengusir rasa malas dan keengganan, juga dapat menggerakkan anggota tubuh untuk melakukan ketaatan dan ibadah.

Allah SWT
berfirman:


“Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya”. (Q.S. Al Baqarah: 25).

Keutamaan Ikhlas Dan Berniat Yang Baik.

1. Allah SWT
berfirman:


“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (Q.S. Al Bayyinah: 5) .

2. Hadist Nabi SAW:


Dari Amirul Mukminin Abi Hafsh Umar bin Khatab , dia berkata: “Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung niatnya, dan sesungguhnya seseorang akan mendapatkan apa yang ia niatkan, jika ia berniat hijrah karena Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya, dan siapa yang hijrah karena dunia (harta, dan lain-lain …) atau karena wanita yang akan dinikahinya maka hijrahnya untuk apa yang ia niatkan” Muttafaq ‘alaih. (diriwayatkan oleh Bukhari no hadist: 54 dan Muslim no hadist: 1907.)

3. Hadist Nabi SAW:


Dari Abu Hurairah berkata: “Rasulullah SAW
bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT

tidak memandang kepada rupa kalian dan tidak pula kepada harta kalian tetapi Allah memandang kepada hati dan amal kalian” . HR. Muslim.(
diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 2564.)

Keutamaan orang yang bercita-cita melakukan kebajikan


Dari Ibnu Abbas , dari Rasulullah SAW, beliau meriwayatkan dari Rabbnya, Allah berfirman: “Sungguh Allah mencatat setiap kebaikan dan keburukan maka barangsiapa yang ingin melaksanakan suatu kebaikan namun tidak jadi melakukannya, maka pasti Allah mencatat di sisiNya sebagai sebuah kebaikan yang sempurna, dan jika ia ingin melakukanya (kebaikan) kemudian melaksanakannya, maka Allah menuliskan untuknya sepuluh kebaikan hingga digandakan menjadi tujuratus kali kebaikan dan bahkan lebih banyak dari itu, dan jika ia ingin melakukan amal keburukan dan tidak jadi melaksanakannya, Allah menuliskan baginya suatu kebaikan yang sempurna, dan jika ia melakukannya Allah menuliskan satu dosa untuknya”. Muttafaq ‘alaih. (diriwayatkan oleh Bukhari no hadist: 6491 dan Muslim no hadist: 131.)

1. Fadhail Iman

1. Allah SWT
berfirman:


“Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar (Q.S. Al Hadid: 21).

2. Allah SWT
berfirman:


“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal”, (Q.S. Al Kahfi: 107).

3. Hadist Nabi SAW:


Dari Abu Huraira , ia berkata: “Nabi SAW
ditanya: “Amalan Apakah yang paling afdhal?” beliau bersabda: “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya”, lalu amalan apa lagi? “Berjihad fi sabilillah”, Jawab Rasulullah. Kemudian ada yang bertanya: “Kemudian amalan apa lagi?”, beliau bersabda: “Haji mabrur“. Muttafaq ‘alaih. (diriwayatkan oleh Bukhari no hadist: 26 dan Muslim no hadist: 83.)

4. Hadist Nabi:


Dari Utsman , ia berkata: Nabi SAW
bersabda: “Barangsiapa yang mati dan dia mengetahui bahwa tiada tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya selain Allah niscaya dia masuk surga”. ( H.R. Muslim ). (diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 26.)

2. Fadhilah Ibadah

Fahadilah Wudhu’


Dari Utsman bin Afan , ia berkata: “Rasulullah SAW
bersabda: “Barangsiapa yang berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya maka keluarlah dosa-dosanya dari tubuhnya bahkan dosa-dosa itu keluar dari bawah kukunya juga keluar”.
HR. Muslim. (diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 245.)

Fadhilah Mendahulukan Yang Kanan


Dari `Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: “Rasulullah SAW
sangat menyukai memaulai dari kanan dalam setiap pekerjaannya; bersuci, menyisir rambut dan memakai sandal”. Muttafaq ‘alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :168 dan Muslim no hadist: 268.)

Fadhailah Shalat Sunat Wudhu’


Dari Uqbah bin ‘Amir bahwa dia mendengar Nabi SAW
bersabda: “Tidaklah

seorang muslim berwudhu dengan sempurna kemudian mendirikan shalat dua
rakaat dengan hati dan wajah yang penuh kekhusyuan niscaya wajib baginya
mendapatkan balasan surga”. ( H.R. Muslim ). (diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 234)

Fadhilah Azan

Hadist Nabi SAW:

َ

Dari Abdullah bin Abdurrahman bahwa Abu Sa’id Al Khudri , berkata kepadanya: “Sesungguhnya aku melihat engkau menyukai kambing dan padang, maka bila engkau berada di tempat pengembala atau di padang kumandangkanlah azan shalat, angkat suaramu ketika mengumandangkannya karena sesungguhnya setiap jin, manusia dan sesuatu yang mendengar suara orang yang azan, ia akan menjadi saksi untuknya di hari kiamat”. Abu Sa’id Al Khudri berkata: “Aku mendengarnya dari Rasulullah SAW”. HR. Bukhari . (diriwayatkan oleh Bukhari no hadist: 609)

Hadist Nabi SAW:


Dari Abu Huraira , Rasulullah SAW
bersabda: “Jikalau manusia mengetahui apa yang mereka dapatkan pada azan dan shaf yang pertama, kemudian mereka tidak mendapatkannya kecuali dengan cara diundi niscaya mereka akan minta diundi”. Muttafaq ‘alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :615 dan Muslim no hadist: 437.)


Hadist Nabi SAW:


Dari Muawiyah , ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah SAW
bersabda: “Para muazin di hari kiamat adalah orang yang paling panjang lehernya”. HR. Muslim.(

diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 387.)

1. Fadhail Shalat

Fadhilah berjalan menuju masjid serta shalat berjamaah di masjid.

1. Hadist Nabi SAW:


Dari Abu Huraira , ia berkata: “Rasulullah SAW
bersabda: “Shalat yang dilakukan oleh seseorang secara berjamaah dilipatgandakan baginya dari shalat yang dia lakukan di rumahnya dan di pasar sebanyak dua puluh lima kali lipat, karena sesungguhnya ketika dia berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya kemudian keluar menuju masjid dengan tujuan hanya untuk melaksanakan shalat, maka tidaklah satu langkah yang ia langkahkan melainkan diangkat baginya satu derajat dan dihapuskan baginya satu kesalahan hingga dia memasuki masjid, dan apabila dia telah masuk masjid, maka dia dianggap sedang dalam shalat selama dirinya menunggu shalat, malaikatpun berdo’a baignya selama dia menetap di tempat tersebut: “Ya Allah ampunilah dia, ya Allah berikanlah rahmat kepadanya” selama dia tidak berhadas.
Muttafaq ‘alaih. (Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :477 dan Muslim no hadist: 649.)

2. Hadist Nabi SAW:


Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah SAW
bersabda: “Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendiri sebanyak dua puluh tujuh derajat”. Muttafaq’alaih (Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :645 dan Muslim no hadist: 650.)

Fadhilah orang yang datang ke masjid do’a pagi dan petang.


Dari Abu Huraira , dari Nabi SAW
ia berkata: “Siapa yang berangkat ke masjid di waktu pagi atau sore, Allah menyediakan baginya hidangan baginya di surge ketika ia berada di waktu pagi atau sore” Muttafaq ‘alaih. (Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :662 dan Muslim no hadist: 669)

Fadhilah datang menuju masjid dengan tenang dan khusyu’.


Dari Abu Huraira bahwa Rasulullah SAW
bersabda: “Apabila salah seorang kalian mengucapkan “Aamiin” dan para malaikatpun di langit mengucapkan “Aamiin”, ternyata kedua Aamiin tersebut dalam waktu yang bersamaan maka diampuni dosa orang yang mengucapkanya”. Muttafaq alaih. (Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :781 dan Muslim no hadist: 410)

Fadhilah shalat di awal waktu

.

Dari Ibnu Mas`ud berkata : “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW: “Apakah amalan yang paling afdhal?”, beliau bersabda: “Shalat pada waktunya“, aku berkata kembali: “Kemudian apa?”, beliau bersabda: “Berbakti kepada kedua orang tua“, kemudian apa?”, beliau bersabda: “Berjihad fi sabilillah”. Ibnu Mas’ud berkata: Rasulullah SAW
telah menyampaikannya kepadaku secara langsung, jikalau aku meminta tambahan nasehat lagi niscaya beliau menambahnya. Muttafaq ‘alaih. (Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :527 dan Muslim no hadist: 85.)

Fadhilah shalat shubuh dan ashar.

1. Hadist Nabi SAW:


Dari Abu Musa Al Asy’ari , ia berkata: “Rasulullah SAW
bersabda: “Barangsiapa yang melakukan shalat Shubuh dan Ashar (berjamaah) dia akan masuk surga”.
Muttafaq ‘alaih. (Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :574 dan Muslim no hadist: 635.)

2. Hadist Nabi :


Dari Abu Bashrah dia berkata: “Kami shalat ashar bersama Rasulullah SAW
di Makhmash, lalu beliau bersabda: shalat ini difardhukan kepada umat sebelum kalian akan tetapi mereka melalaikannya. Maka siapa yang menjaganya untuk dua pahala (H.R. Muslim). (diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 830)

Fadhilah shalat ‘Isya dan Shubuh berjamaah.


Dari ‘Utsman bin ‘Affan , ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah SAW
bersabda: “Barangsiapa yang mendirikan shalat isya secara berjamaah seolah-olah ia telah melakukan shalat setengh malam, dan barangsiapa yang melakukan shalat shubuh secara berjamaah maka seolah-olah ia telah melakukan shalat sepanjang malam
“. HR. Muslim. (diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 656)

Fadhilah menunggu shalat setelah selesai melakukan shalat


Dari Abu Huraira , ia berkata: “Rasulullah SAW
bersabda: “Maukah kalian aku beritahu sesuatu yang dapat menghapuskan dosa dan mengangkat derajat?”, para sahabat menjawab: “Tentu (wahai Rasulullah SAW), beliau bersabda: “Menyempurnakan wudhu pada anggota wudhu yang sulit (disentuh air) dan memperbanyak langkah menuju masjid (untuk shalat jamaah) dan menunggu (masuk) waktu shalat setelah melakukan shalat (fardhu), maka itulah ribath (jihad pada posisi garis yang berbatasan dengan daerah musuh)”
.HR. Muslim. (diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 251.)

Fadhilah menetap di masjid setelah shalat Shubuh.


Dari Samak bin Harb ia berkata: “Aku bertanya kepada Jabir bin Samurah: “Apakah engkau pernah duduk bersama Rasulullah SAW?” dia menjawab: “Ya, sering”. Beliau setelah shalat shubuh selalu menatap di masjid hingga matahari terbit. Dan apabila matahari telah terbit maka beliaupun keluar”. (H.R. Muslim). (diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 670.)

Fadhilah Hari Jum’at


Dari Abu Huraira , ia berkata : “Rasulullah SAW
bersabda: “Sebaik-baik hari di mana matahari terbit padanya adalah hari Jum’at, di hari itu Adam dimasukan ke dalam surga dan pada hari itu Adam dikeluarkan dari surga dan hari kiamat akan terjadi pada hari Jum’at”
. HR. Muslim. (diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 854.)

Fadhilah mandi Jumat, mendengarkan khutbah dan shalat jum’at


Dari Abu Hurairah dari Nabi SAW, beliau bersabda: barang siapa mandi kemudian pergi Jum’at lalu melakukan shalat sunat semampunya dan diam hingga selesai khutbah kemudian shalat Jum’at bersama imam niscaya Allah akan mengampuni dosanya pada hari itu hingga Jum’at yang akan datang ditambah tiga hari. (H.R. Muslim). (diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 857.)

287F


Dari Abu Huraira , bahwa Rasulullah SAW
menceritakan tentang hari jum’at lalu

bersabda: “Di hari itu ada saat tertentu, di mana tidaklah seorang muslim mendapatkannya sementara dia berdiri shalat lalu meminta sesuatu kepada Allah SWT, melainkan Allah mengbabulkan permintaan tersebut baginya“, beliau mengisyaratkan dengan tangannya yang berarti sedikit .” (muttafaq alaih ) (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :935 dan Muslim no hadist: 852.)

Fadilah Sunat Rawatib.


Dari Ummul Mukminin, Ummu Habibah Ramlah binti Abu Sufyan r.a ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Tidak seorangpun hamba muslim melakukan shalat sunat karena Allah Ta’ala setiap hari 12 rakaat melainkan Allah dirikan rumah untuknya di surga (atau “melainkan dirikan untuknya rumah di surga”) Ummu Habibah berkata: “Semenjak itu saya selalu melakukannya”. HR. Muslim.(
diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 728)

Fadilah Tahajud dan Qiyamullail.

1. Allah Taala berfirman:


“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan penuh harap, serta mereka menafkahkan apa pun rejeki yang Kami berikan. Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan. (Q.S. As Sajdah: 16-17 ) .

2. Hadis Nabi :


Dari Abu Huraira r.a ia berkata : “Rasulullah SAW bersabda : “Puasa yang paling afdol setelah puasa Ramadhan adalah puasa di Bulan Muharram, dan shalat yang paling afdol setelah shalat fardu adalah shalat malam”. HR. Muslim. (diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 1163)
Fadhilah Witir di akhir malam.


Dari Jabir r.a ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda : “Siapa yang khawatir tidak bangun di akhir malam maka lakukanlah shalat witir di awal malam, dan


siapa yang yakin akan bangun di akhir malam maka lakukanlah shalat witir di akhir malam, karena sesungguhnya shalat di akhir malam disaksikan (oleh para malaikat) dan itu lebih afdol”. HR. Muslim. (diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 755.)

Fadilah Doa , Shalat, dan Zikir di malam hari.

1. Hadis Nabi :


Dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Allah Tabaraka wa Ta’ala setiap malam turun ke langit dunia saat malam tinggal sepertiga, lalu berfirman: “siapa yang berdoa kepada-Ku pasti aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku pasti Aku beri, siapa yang meminta ampunan-Ku, pasti Aku ampuni” . Muttafaq alaih . (Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :1145 dan Muslim no hadist: 758.)

2. Hadis Nabi :


Dari Jabir r.a ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya dalam satu malam ada satu waktu yang bila seorang lelaki muslim mendapatkannya lalu memohon kepada Allah Ta’ala kebaikan urusan dunia dan akhirat melainkan Allah mengabulkannya, ini pada setiap malam”. HR. Muslim. (Diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 757)

Fadhilah Shalat Dhuha dan waktu utamanya.

1. Hadis Nabi :


Dari Abu Dzar r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Setiap persendian kalian bisa bersedekah, setiap ucapan tasbih adalah sedekah, setiap ucapan tahmid adalah sedekah, setiap ucapan tahlil adalah sedekah, dan setiap ucapan takbir adalah sedekah, serta menganjurkan berbuat kebajikan adalah sedekah, mencegah perbuatan munkar adalah sedekah, dan ganjaran yang setimpal dengan amalan di atas adalah melaksanakan shalat dhuha dua rakaat”. HR. Muslim . (Diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 720.)

2. Hadis Nabi :


Dari Zaid bin Arqom r.a, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Shalatnya orang-orang yang bertaubat ketika unta kecil kepanasan”. HR. Muslim. (Diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 748.)

Fadilah sering sujud dan berdoa

1. Hadis Nabi :


Dari Rabiah bin Ka’ab r.a, ia berkata: “Aku pernah bermalam bersama Rasulullah SAW kemudian aku membawa kepadanya air untuk beliau berwudhu dan buang hajat, lalu beliau bersabda: “Mintalah dariku”, aku berkata: “Aku meminta menjadi pendampingmu di syurga”, ia bersabda: “Mintalah selain itu“, aku berkata: “Aku hanya meminta menjadi pendampingmu di syurga”, Rasulullah SAW bersabda: “Mintalah selain itu”, aku berkata: “Itu permintaanku”, ia bersabda: “Bantulah aku mewujudkan permintaanmu dengan banyak engkau bersujud (shalat)”. HR. Muslim. (Diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 489.)

2. Hadis Nabi :


Dari Tsauban r.a ia berkata: “Aku mendegar Rasulullah SAW bersabda: “Perbanyaklah bersujud sesungguhnya engkau tidak melakukan satu sujudpun karena Allah, melainkan Allah mengangkatkan engkau dengan sujud tersebut satu derajat dan Allah menghapuskan darimu satu kesalahan”. HR. Muslim .(
Diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 488.)

Fadilah Shalat Sunat di rumah.


Dari Zaid bin Tsabit r.a, bahwa Nabi SAW bersabda: “Shalatlah wahai manusia di rumah kalian, karena sesungguhnya shalat yang paling afdol adalah shalatnya seorang lelaki di rumahnya kecuali shalat fardu”. Muttafaq ‘alaih. (Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :731 dan Muslim no hadist: 781.)

Fadilah melakukan amalan Fardhu dan Sunnah.


Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah berfirman: “Barang siapa yang memusuhi wali-Ku berarti ia menyatakan perang dengan-Ku, dan tidaklah seorang hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Kucintai daripada perbuatan yang telah Kuwajibkan dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan melaksanakan amalan-amalan sunat hingga Aku mencintainya, maka apabila Aku telah mencintainya Aku menjadi pendengarannya yang ia mendengar dengan pendengaran tersebut, Aku penglihatannya yang ia melihat dengan penglihatan tersebut, Aku menjadi tangannya yang ia bergerak dengan tangan tersebut, dan Aku menjadi kakinya yang ia berjalan dengan kaki tersebut. Andai ia minta kepada-Ku niscaya Aku beri, dan andai ia minta perlindungan-Ku, akan Kuberi, Aku tak pernah ragu melakukan sesuatu seperti keraguan saat seorang mukmin membenci kematian sedangkan AKu tak ingin menyakitinya “. HR. Bukhari. (Diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :6502.)

Fadilah Zikir setelah melaksanakan Shalat Fardhu.


Dari Abu Hurairah r.a, dari Rasulullah SAW, ia bersabda: “Siapa yang bertasbih setiap selesai shalat sebanyak 33x dan bertahmid 33x, dan bertakbir 33x, dan menggenapkan seratus dengan ucapan:


(Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, semua kerajaan adalah milik-Nya, dan bagi-Nya segala pujian dan Dia berkuasa terhadap segala sesuatu). Maka diampunkan seluruh kesalahannya sekalipun seperti buih di lautan”. HR. Muslim. (Diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 597)

Fadilah Shalat Jenazah, mengiringinya ke pemakaman serta menghadiri pemakamannya.


Dari Abu Huraira r.a, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang ikut menyelenggarakan jenazah seorang muslim dengan penuh keimanan dan keikhlasan, ia ikut menshalatkannya dan memakamkannya maka ia pulang dengan membawa pahala sebanyak dua qirath, satu qirathnya seperti Bukit Uhud, siapa yang ikut menshalatkan kemudian kembali sebelum dimakamkan maka ia pulang dengan pahala satu qirat”. HR. Bukhari. (Diriwayatkan oleh Bukhari no hadist: 47. ini adalah lafadznya dan Muslim no hadist: 945)

Fadilah Jenazah yang dishalatkan oleh kaum muslimin.

1. Hadis Nabi :


Dari `Aisyah r.a, ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Tidak seorang mayat pun yang dishalatkan kaum muslimin jumlah mereka sampai seratus, masing-masing mereka memberikan syafaat untuknya melainkan si mayat mendapat syafaat”. HR. Muslim. (. Diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 947)

2. Hadis Nabi :


Dari Ibnu Abbas r.a, ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Tidak seorang muslimpun yang meninggal lalu ada 40 orang lelaki yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatupun, menshalatinya melainkan Allah memberi syafaat untuknya”. HR. Muslim. (Diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 948)

Fadilah kematian orang yang dicintai dan mengikhlaskannya kepada Allah.


Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW bersabda: “Allah Ta’ala berfirman (hadis Qudsi): “Aku tidak mempunyai balasan bagi hamba-Ku yang beriman apabila Kuambil kekasihnya dari penduduk dunia kemudian ia mengikhlaskannya kecuali balasannya adalah syurga” HR. Bukhari. (Diriwayatkan oleh Bukhari no hadist: 6424)

Fadilah Shalat di masjid Mekkah dan Madinah.

1. Hadis Nabi :


Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW bersabda: “Shalat di masjidku ini lebih baik dari pada shalat di masjid lain seribu kali, kecuali Masjidil Haram”. Muttafaq alaih. (muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :1190, ini adalah lafadznya dan Muslim no hadist: 1394.)

2. Hadis Nabi :


Dari Jabir r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda:: “Satu shalat di masjidku ini lebih utama dari seribu shalat di tempat lain, kecuali Masjidil Haram, dan satu shalat di Masjidil Haram lebih utama dari seratus ribu shalat di tempat lain“. H.R. Ahmad dan Ibnu Majah. (Shahih diriwayatkan oleh Ahmad no hadist :14750, lihat Irwa’ al-Ghalil no hadist: 1129 dan Ibnu Majah no hadist: 1406. ini adalah lafadznya, Shahih Sunan Ibnu Majah no hadist: 1155)

Fadilah Shalat di Baitul Maqdis.


Dari Abu Dzar r.a, ia berkata: “Kami berdiskusi di hadapan Rasulullah SAW tentang mana yang lebih utama Masjid Rasulullah atau Masjid Baitul Maqdis, maka beliau bersabda: “satu kali shalat di masjidku lebih baik dari empat kali shalat di Baitul Maqdis, sungguh ini adalah sebaik-baik tempat shalat .. “. H.R. Hakim. (Shahih diriwayatkan oleh Hakim no hadist :8553. lihat Al-Silsilah Al-Shahihah no hadist: 2902)

Fadilah Shalat di Masjid Quba’.


Diriwayatkan dari Sahal bin Hunaif r.a ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang berwudhu di rumahnya lalu mendatangi masjid Quba) dan shalat di dalamnya, maka pahalanya seperti umrah“. H.R. Nasa’i dan Ibnu Majah . (Shahih diriwayatkan oleh Nasa’i no hadist :699. Shahih Sunan Nasa’I no hadist: 675 dan Ibnu Majah no hadist : 1412,

Shahih Sunan Ibnu Majah no hadist: 1160)

2. FADILAH ZAKAT

Fadilah Membayar Zakat.

1. Allah Ta’ala berfirman:


“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati” (Q.S. Al Baqarah : 277 ).

2. Allah Ta’ala berfirman:


“Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).” (Q.S. Ar Ruum : 39 ) .

3. Allah Ta’ala berfirman:


“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati” (Q.S. Al Baqarah:274)

4. Allah Ta’ala berfirman:


“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Q.S. At Taubah : 103 ) .

5. Hadis Nabi :


Dari Abu Hurairah r.a bahwa seorang Arab Badui mendatangi Nabi SAW seraya berkata, “Wahai Rasulullah! beritahu aku suatu amalan, bila aku mengerjakannya, aku masuk surga?”, Beliau bersabda: “Beribadahlah kepada Allah dan jangan berbuat syirik kepada-Nya, dirikan shalat, bayarkan zakat yang diwajibkan, dan berpuasa di bulan Ramadhan,” ia berkata, “Aku tidak akan menambah amalan selain di atas”, tatkala orang tersebut beranjak keluar, Nabi SAW bersabda : “Siapa yang ingin melihat seorang lelaki dari penghuni surga maka lihatlah orang ini”. Muttafaq ‘alaih. (Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :1397 dan Muslim no hadist: 14.)

Fadilah Shadaqah dari Rejeki yang Halal.


Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang bersedekah dengan sebiji korma yang berasal dari usahanya yang halal lagi baik, Allah tidak menerima kecuali dari yang halal lagi baik, maka sesungguhnya Allah menerima sedekah tersebut dengan tangan kanan-Nya kemudian Allah menjaga dan memeliharnya untuk pemiliknya seperti seseorang di antara kalian yang menjaga dan memelihara anak kudanya. Hingga sedekah tersebut menjadi sebesar gunung” . Muttafaq ‘alaih. (Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 1410. ini adalah lafadznya dan Muslim no hadist: 1014.)

3. FADILAH PUASA.


Fadilah bulan Ramadhan.


Dari Abu Hurairah r.a, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Bila Bulan Ramadhan tiba pintu langit dibuka, pintu neraka Jahannam dikunci dan syetan-syetan dibelenggu”. Dalam riwayat yang lain: ” pintu surga dibuka“. Muttafaq ‘alaih. (Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 1899 dan 1898 dan Muslim no hadist: 1079.)

Fadilah Puasa.


Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Setiap amalan anak Adam adalah untuknya kecuali puasa karena sesungguhnya ia untuk-Ku, dan Aku yang membalasnya”, Rasulullah SAW bersabda: “Puasa adalah membentengi diri, maka bila salah seorang kamu di hari ia berpuasa janganlah berkata kotor dan banyak bicara, dan jika seseorang memakinya atau mengajaknya bertengkar hendaklah ia mengatakan “Sesungguhnya aku sedang berpuasa”, demi yang jiwa Muhammad di tangan-Nya sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah dari baunya kasturi, bagi orang berpuasa ada dua kegembiraan yang dirasakan; di saat dia berbuka ia gembira dengan makanan berbukanya, dan di saat ia bertemu Rabbnya ia gembira dengan pahala puasanya”. Muttafaq ‘alaih. (Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 1904. ini adalah lafadznya dan Muslim no hadist: 1151.)

Fadilah Orang yang Berpuasa.


Dari Sahal bin Sa’ad r.a, dari Nabi SAW, ia bersabda: “Sesungguhnya di surga ada delapan pintu, diantaranya ada yang dinamakan Rayyan, tidak seorangpun yang masuk dari pintu tersebut selain orang-orang yang berpuasa”. Muttafaq ‘alaih. (Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 3257. ini adalah lafadznya dan Muslim no hadist: 1152)

Fadilah Puasa Ramadhan dengan Penuh Keimanan dan Keikhlasan.


Dari Abu Hurairah r.a, dari Nabi SAW, ia bersabda: “Siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan, maka akan diampunkan dosanya yang telah berlalu”. Muttafaq ‘alaih. (Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 38. ini adalah lafadznya dan Muslim no hadist: 760.)

Fadilah Qiyam Ramadhan dengan Penuh Keimanan dan Keikhlasan


Dari Abu Hurairah r.a, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang shalat malam Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan, niscaya diampunkan baginya dosa yang telah berlalu”. Muttafaq ‘alaih. (Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 37. ini adalah lafadznya dan Muslim no hadist: 759.)

Fadilah Qiyam Lailatul Qadar dengan Penuh Keimanan dan Keikhlasan


Dari Abu Hurairah r.a, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang shalat malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan keikhlasan, niscaya diampunkan baginya dosa yang telah berlalu”. Muttafaq ‘alaih. (Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 1901. ini adalah lafadznya dan Muslim no hadist: 760.)

Fadilah Berpuasa penuh di bulan Ramadhan dan dilanjutkan dengan puasa enam hari di Bulan Syawal.


Dari Abu Ayyub r.a, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian ia mengiringinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal seolah-olah ia berpuasa satu tahun”. HR. Muslim. (Diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 1164.)

Fadilah Puasa Tiga Hari Setiap Bulan.


Dari Abdullah bin Amru bin ‘Ash r.a, ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Berpuasalah tiga hari setiap bulan, karena satu kebajikan senilai sepuluh kebajikan, berarti itu adalah puasa setahun penuh“. Muttafaq ‘alaih. (Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 1976. ini adalah lafadznya dan Muslim no hadist: 1159)

4. FADILAH HAJI DAN UMRAH.


Fadhilah Sepuluh Hari (pertama) Bulan Dzulhijjah.



Dari Ibnu Abbas r.a, ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada hari-hari yang amal saleh padanya lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini”, para sahabat berkata: “Wahai Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?”, ia bersabda: “Tidak juga jihad fi sabilillah, melainkan seorang lelaki yang keluar (untuk berjihad) dengan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali sesuatupun darinya”. HR. Bukhari. (Diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 969.)

Dalam riwayat lain: “Tiada hari-hari yang amal shaleh padanya lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari ini …dst” H.R Tirmidzi. (Shahih/H.R Tirmidzi no hadist: 757. Shahih Sunan Tirmidzi no: 605)

Fadilah Haji Mabrur.

1. Hadis Nabi :


Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang berhaji lalu tidak berkata kotor, dan tidak berbuat kefasikan, niscaya kembali seperti hari ia dilahirkan ibunya”. Muttafaq ‘alaih. (Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 1521. ini adalah lafadznya dan Muslim no hadist: 1350)

2. Hadis Nabi :


Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata: “Nabi SAW ditanya: ‘Apakah amalan yang paling utama?’, Beliau bersabda: “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya”, lalu ada yang berkata: “Kemudian apa?”, Beliau bersabda: “Berjihad fi sabilillah”, lalu ada yang berkata: “Kemudian apa?”, Beliau bersabda: “Haji mabrur“. Muttafaq ‘alaih. (Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 1519. ini adalah lafadznya dan Muslim no hadist: 83.)

Jihad Wanita yang Paling Afdol.


Dari `Aisyah r.a, ia berkata: “Wahai Rasulullah, kami melihat jihad adalah amalan yang paling utama?”, ia bersabda: “Tetapi jihad yang paling utama adalah haji mabrur”. HR. Bukhari.(
Diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 1520.)

Fadilah Umrah


Dari Abu Hurairah r.a, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Satu ibadah umrah hingga ibadah umrah berikutnya menghapuskan dosa di antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga”. Muttafaq ‘alaih. (Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 1773. ini adalah lafadznya dan Muslim no hadist: 1349.)

5. FADILAH JIHAD.

Fadilah Jihad fi Sabilillah.

Allah Ta’ala berfirman:


“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar” (Q.S. At Taubah : 111 ) .

1. Fadilah Berangkat Jihad fi Sabilillah di waktu pagi atau sore

a. Hadis Nabi :


Dari Anasbin Malik r.a, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sungguh berjalan di waktu pagi atau sore (di saat berjihad) fi sabilillah lebih baik dari dunia dan segala isinya”. Muttafaq ‘alaih. (Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 2792. ini adalah lafadznya dan Muslim no hadist: 1880.)
b. Hadis Nabi :


Dari Abu Ayyub r.a, bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Berjalan di waktu pagi atau sore (disaat berjihad) fi sabilillah lebih baik dari pada terbitnya matahari dan tenggelamnya”. H.R. Muslim. (Diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 1883.)

2. Fadilah Orang yang Berangkat Jihad Kemudian Mati Syahid.

a. Allah Ta’ala berfirman:


“Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Q.S. An Nisaa: 100 ) .

b. Allah Ta’ala berfirman:


“Dan sungguh kalau kamu gugur di jalan Allah atau meninggal, tentulah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) dari harta rampasan yang mereka kumpulkan. Dan sungguh jika kamu meninggal atau gugur, tentulah kepada Allah saja kamu dikumpulkan.” (Q.S. Ali Imran : 157-158 ).

3. Fadilah niat berangkat jihad, tetapi urung karena sakit atau uzur.


Dari Anas r.a, ia berkata: “Saat kami bersama Nabi SAW dalam sebuah peperangan beliau bersabda: “Sungguh di Madinah saat ini ada beberapa kaum, setiap kita mengadakan perjalanan (jihad) dan menuruni lembah, mereka selalu bersama kita, (tapi dalam peperangan ini) mereka tertahan di Madinah karena ada uzur.” riwayat Bukhari. (Diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 2839.)

4. Fadilah mempersiapkan perlengkapan orang yang berjihad.


Dari Zaid bin Khalid r.a, ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang memberi perlengkapan seseorang yang berperang di jalan Allah, berarti ia telah ikut perang, dan siapa yang memenuhi kebutuhan keluarga seseorang yang berperang di jalan Allah, berarti ia telah ikut perang.” Muttafaq ‘alaih. (Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 2843. ini adalah lafadznya dan Muslim no hadist: 1895.)

[Untuk membaca lanjutannya, silahkan geser sedikit scrollbar ke paling bawah, lalu pada sebelah kanan label Pages, klik Page Number (Nomor Halaman) nya]

Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: