1. Dua Hari Raya

1. Dua Hari Raya (‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha) 1

 

Dari Abu ‘Ubaid, budak yang dimerdekakan Ibnu Azhar, ia berkata, “Aku merayakan hari ‘Id bersama ‘Umar bin al-Kaththab رضي الله عنه, kemudian dia (‘Umar) berkata:

هَذَانِ يَوْمَانِ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صِيَامِهِمَا يَوْمُ فِطْرِكُمْ مِنْ صِيَامِكُمْ وَالْيَوْمُ الْآخَرُ تَأْكُلُونَ فِيهِ مِنْ نُسُكِكُمْ

“Ini adalah dua hari yang Rasulullah صلى الله عليه وسلم melarang kita untuk berpuasa padanya, hari di mana kalian berbuka puasa dan hari yang lainnya, hari di mana kalian memakan hewan kurban kalian.” 2


1.     Bukhari dan Muslim meriwayatkan:

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ اَلْخُدْرِيِّ رضي الله عنه: أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم نَهَى عَنْ صِيَامِ يَوْمَيْنِ: يَوْمِ اَلْفِطْرِ وَيَوْمِ اَلنَّحْرِ

Dari Abu Said Al-Khudry: “bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم melarang shaum pada dua hari, yakni hari raya Fithri dan hari raya Kurban”

2.     Muttafaq ‘alaihi: Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari) (IV/238/1990), Shahiih Muslim (II/799/1137), Sunan Abu Dawud (VII/61/2399), Sunan at-Tirmidzi (II/135/769), Sunan Ibnu Majah (I/549/1722)

Previous

Next

Beri Nilai Artikel Ini:

Leave a Reply

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
%d bloggers like this: